🐕 Sejarah Makam Bintaro Lombok

TANJUNGBALAI ASAHAN. Sejarah Kerajaan Asahan dimulai dengan penobatan raja pertama kerajaan tersebut yang berlangsung meriah di sekitar Kampung Tanjung. Peristiwa penabalan raja pertama Kerajaan Asahan tersebut terjadi tepatnya pada tanggal 27 Desember 1620, dan tanggal 27 Desember kemudian ditetapkan sebagai "Hari Jadi Kota Tanjungbalai" dengan surat keputusan DPRD Kota Tanjungbalai Setelah diarak, kemudian masyarakat Lombok dengan ketupat-ketupat yang sudah Bintaro itu menuju ke makam Loang Baloq dan Bintaro. Makam Loang Baloq terletak di Pantai Tanjung makam Bintaro berada di kawasan pantai Bintaro. Di makam tersebut, masyarakat dengan dipimpin kedua adat memanjatkan doa saat berziarah makam. Setelah berdoa dan berzikir, proses dilakukan dengan menaburi proses berlanjut dengan memotong ketupat untuk dimakan bersama di sekitar area makam. Biasanya akan menyisakan ketupat untuk melakukan prosesi tradisi selanjutnya. Halaman Selanjutnya Halaman

MenyusuriPalung Sejarah Masjid Kuno Bayan. 5 Jenis Sambal Ini Sangat Legend di Lombok. Filosofi Dibalik Motif dan Warna Kain Tenun Bayan. Sejak saat itulah pensanggrahan sang dokter mulai dikenal dengan Wisma Soedjono. Berbekal sentuhan manajemen yang lebih professional, wisma itu belakangan menjadi tujuan atau destinasi penginapan.

Lombok Barat - Keberadaan makam keramat di tengah laut Pantai Lembar, Lombok Barat memang jadi perhatian. Banyak peziarah berkunjung ke sini untuk itu berada di Desa Cemare, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, menjadi daya tarik para wisatawan dan peziarah. Makam tersebut dipercaya milik salah satu penyebar agama Islam asal Timur Tengah, Syekh di tengah laut yang dihiasi miniatur masjid kecil itu kerap didatangi warga yang hendak berziarah. Warga setempat kerap menyebutnya Makam Keramat Lembar. "Biasa minta doa selamat. Paling banyak itu mereka bawa anaknya minta agar mendapatkan hidayah jejak hidup dan semangat dari ilmu yang dibawa oleh Syekh Al-Baghdadi di Lombok," penunggu Makam Keramat Lembar, Baiq Aisah, Minggu 17/7/2022.Menurut Aisah, berdasarkan cerita yang dia dengar dari ayahnya, Syekh Al-Baghdadi dikabarkan meninggal dunia di salah satu daerah di Pulau Lombok dan dimakamkan di pesisir pantai Lembar. Aisah mengaku dirinya bersama almarhum ayahnya sudah puluhan tahun menjaga makam tersebut."Jadi ayah saya cerita ke anak-anaknya, Syekh ini kan yang menyebarkan agama Islam di Lombok. Makanya banyak orang-orang berziarah ke sini hanya untuk mendoakan beliau," Keramat Lembar Foto Ahmad Viqi/detikBaliSalah satu peziarah asal Kota Solo Jawa Tengah Ikbal 40 mengatakan sengaja datang ke makam keramat Lembar untuk mendoakan almarhum Syekh Al-Baghdadi. Dia mengetahui sejarah makam Keramat Lembar dari mulut ke mulut."Ya biasa mendoakan almarhum. Tidak ada minta-minta apa-apa. Sejarahnya kan dia salah satu kiyai yang menyebarkan agama Islam ke Pulau Lombok," diketahui, makam keramat ini sangat dekat dengan lokasi jalur kapal di Pelabuhan Gili Mas, Lembar. Saat air laut naik, sejumlah nelayan kerap menjaring ikan di depan makam tersebut. Sementara saat air surut, warga bisa mendekati makam keramat makam dari semenanjung Desa Cemare hanya sekitar 200 meter. Akses menuju ke makam bisa menggunakan jalur laut menggunakan sampan warga lokal maupun jalur rute menuju makam keramat Lembar bisa melewati akses jalan pesisir Pantai Cemare saat air laut sedang surut. Akses tersebut bisa dilewati menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda empat melewati pasir Pantai Cemara. Untuk jalur darat hanya membayar retribusi masuk area wisata Desa Cemare. Biaya motor hanya dibandrol Rp dan mobil Rp kedua bisa sewa perahu nelayan yang ada di Dusun Ujat Ngering, Serumbung Desa Lembar Selatan. Biaya menggunakan perahu sekitar Rp 300 ribu untuk dua perahu. Isi penumpang per perahu maksimal 20 hingga 25 berziarah, pengunjung juga bisa melihat kapal penyebrangan lalu lalang. Tak hanya itu, pengunjung dapat menikmati kawasan hutan bakau yang ada di pesisir Pantai Cemare yang tak jauh dari makam tersebut. Jangan lupa membawa kamera untuk ambil gambar spot-spot terbaik di lokasi makam keramat ini sudah naik di detikBali dan bisa dibaca selengkapnya di sini. Simak Video "Seru-seruan Berenang di Kolam Penginapan Sumbawa" [GambasVideo 20detik] wsw/wsw
Arti Pemangku dalam adat bali dan sejarah asal usul Pemangku. Pemangku merupakan golongan orang suci diantara para umatnya di dalam agama Hindu. Seperti dilansir dari mutiarahindu, Pemangku hampir serupa dengan Sulinggih hanya saja kedudukan serta kewajiban keduanya berbeda. Pemangku merupakan orang suci yang tergolong ekajati
ArticlePDF Available AbstractIslam masuk dan berkembang di Nusantara melalui wilayah pesisir. Demikian juga perkembangan Islam di Lombok, dimulai dari wilayah pesisir menuju ke pedalaman. Penelitian ini berusaha mengidentifikasi makam di Situs Anggareksa sebagai salah satu bukti awal berkembangnya Islam di melalui pesisir Lombok Timur. Dari beberapa teori mengenai masuknya Islam di Lombok, Situs Makam Anggareksa menjadi salah satu bukti pengaruh Islam dari Sulawesi Selatan yang masuk melalui Lombok Timur. Metode yang digunakan untuk membedah permasalahan adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis, dengan arsiktektural, komparasi, dan analisis gaya. Penelitian di lapangan didapatkan data komplek makam di Situs Anggareksa terdapat 13 makam, 5 diantaranya menunjukkan karakterisktik makam kuno, dan sisanya adalah makam umum. Setelah dianalisis didapatkan kesimpulan bahwa makam-makam kuno ini adalah type makam bugis. Hal ini menjadi salah satu bukti pengaruh Islam yang menyebar di wilayah timur Lombok adalah dari Sulawesi Selatan Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. A preview of the PDF is not available Badarudin BadarudinAbdul Hafiz Abdul RasyadRizkah RizkahThis study focused on examining mythology and history of tomb for a person who was considered sacred by the society. The sacred tomb is the place where person factually buried or the last location seen by others according to the local people beliefs of a past figure based on the relationships of ancestral, great name, extraordinary advantages, historical traces, his services, and values and traditions inherited by the figure which is believed by the most people to grant the wishes. The sacred tomb is the tomb of a figure in the past such as wali Allah, king, and so on. The purpose of this study was to know the history of the tomb of Ramban Biaq in East Lombok, to understand the people perception of the tomb of Ramban Biaq, to know the factors influencing people to make a pilgrimage to the tomb of Ramban Biaq, and to understand the procedures of pilgrimage to the tomb of Ramban Biaq. This study used a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected by observation, interviews, and literature study. The result study explained that the person who was featured in the mythology of the tomb of Ramban Biaq did not die, but still alive and lived in another world. The other myth was that this tomb can grant a pray to Peradaban Islam di Situs DorobataI SumerataWayanSumerata, I Wayan. "Jejak Peradaban Islam di Situs Dorobata, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat." Forum Arkeologi 27 No. 3 2014 Kesatuan Hidup Setempat Daerah Nusa Tenggara Barat. Mataram. Departemen Pendidikan dan KebudayaanSri YaningsihYaningsih, Sri. 1981. Sistem Kesatuan Hidup Setempat Daerah Nusa Tenggara Barat. Mataram. Departemen Pendidikan dan Masuk dan Berkembangnya Islam di Lombok Abad XVI-XVIII Sebuah Kajian Sejarah Lokal dan Pembelajaran dalam IPS SejarahAnggun ZamzaniZamzani, Anggun. 2009. Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Lombok Abad XVI-XVIII Sebuah Kajian Sejarah Lokal dan Pembelajaran dalam IPS Sejarah.Jurusan Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri MalangSkripsiSkripsi. Jurusan Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri publicationsDiscover more about IslamAnalisa Pemanfaatan Google Custom Search Pada Website dengan Metode Kualitatif DeskriptifFebruary 2020 ICIT Journal Khozin YulianaArief SaptonoNadya CahyaningsihPerkembangan teknologi yang sangatlah pesat dijaman sekarang, membuat banyak masyarakat menjadi banyak terkena banyakanya penyebaran berita berita hoax yang biasanya membuat judul yang profokatif. Hal ini juga menjadikan Hadits yakni sebagai salah satu pegangan umat muslim dalam beragama juga ikut di palsukan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab, dan membuat banyak orang yang masih awam ... [Show full abstract] bisa tertipu dengan adanya hoax ini. Dalam jurnal ini, akan di jelaskan tentang adanya sebuah situs dengan menggunakan kecanggihan teknologinya membuat suatu mesin pencarian islam yang isinya dapat dipertanggung jawabkan. Dengan menggunakan metode Kualitatif Deskriptif kita akan melihat Google Custom Search yang dimanfaatkan oleh situs dalam membuat suatu terobosan yang bermanfaat bagi orang banyak. Dengan ini membuktikan bahwa Google Custom Search dapat memiliki fungsi yang sangat baik untuk menyortir berbagai macam persoalan yang paling beresiko yaitu Hadits Palsu. Kata Kunci—Google Custom Search, Hadits Shahih, Hadits PalsuRead moreImplementasi Penjaminan Mutu di Lembaga Pendidikan Islam; Studi Multisitus di MAN Model 1 Manado, MA...June 2020 Jurnal Ilmiah IqraFeiby Ismail Mardan UmarPenelitian ini bermaksud untuk memperoleh pemahaman dan informasi terkait implementasi penjaminan mutu pendidikan di lembaga pendidikan Islam yaitu pada Madrasah Aliyah Negeri MAN Model 1 Manado, Madrasah Aliyah Negeri MAN 1 Kotamobagu dan Madrasah Aliyah Negeri MAN 1 Kota Bitung. FOkus penelitian ini adalah pada proses implementasi penjaminan mutu, dampak penjaminan mutu, faktor pendukung ... [Show full abstract] dan penghambat penjaminan mutu dan solusi yang dapat ditempuh untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam penjaminan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi situs. Teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam yang dilengkapi dengan teknik dokumentasi dan observasi. Analisis data yang digunakan meliputi proses alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan penelitian ini menunjukkan bahwa 1 Implementasi penjaminan mutu telah dilaksanakan dengan mengoptimalkan sumber daya madrasah yang tersedia. Madrasah Aliyah Negeri MAN Model 1 Manado memiliki lembaga penjaminan mutu yang secara khusus melakukan kegiatan penjaminan mutu, sedangkan 2 situs yaitu Madrasah Aliyah Negeri MAN 1 Kotamobagu dan Madrasah Aliyah Negeri MAN 1 Kota Bitung tidak memiliki unit atau lembaga penjaminan mutu yang terorganisir namun pelaksanaan penjaminan mutu didelegasikan kepada Wakil Kepala Madrasah dan tenaga yang ditunjuk oleh Kepala Madrasah. Secara umum, implementasi penjaminan mutu di madrasah mengacu pada standar nasional pendidikan. 2 Dampak penjaminan mutu pendidikan di Madrasah terlihat pada meningkatnya prestasi siswa di bidang akademik, seni, dan olahraga sehingga memberikan penegasan bahwa madrasah memiliki kualitas yang tidak kalah bersaing dengan sekolah lain. 3 Faktor Pendukung penjaminan mutu di antaranya adalah dukungan peran Kepala Madrasah dalam menjalankan kepemimpinannya, semangat dan motivasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, dukungan pemerintah dan Kementerian terkait, dan dukungan masyarakat. 4 Faktor penghambat penjaminan mutu pendidikan di Madrasah di antaranya adalah keterbatasan tenaga, fasilitas, sarana dan prasarana madrasah, dukungan dana dan dampak buruk dari perkembangan teknologi dan moreConference PaperFull-text availableKONSEPSI PENGASUH TENTANG KUALITI DALAM PROGRAM TAMAN ASUHAN KANAK-KANAK DI TASKA EDUCARE, UNIVERSIT...November 2015 Nurul Aliah Binti MustafaTujuan kajian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman pengasuh tentang konsep kualiti dalam program penjagaan kanak-kanak atau Taman Asuhan Kanak-Kanak TASKA di TASKA Educare, Universiti Islam Antarabangsa Malaysia. Selain itu, ia juga bertujuan untuk lebih memahami keperluan kanak-kanak kecil melalui kaca mata atau pandangan pengasuh di situ. Soalan temu bual terbuka open-ended interview ... [Show full abstract] questions telah digunakan untuk mengumpul maklumat mengenai pengalaman dan keperihatinan pengasuh mengenai program penjagaan kanak-kanak tersebut. Dapatan kajian menunjukkan bahawa konsepsi pengasuh berkaitan kualiti berkisar kepada perkara seperti berikut; keberkesanan pentadbiran dan pengurusan dengan kanak-kanak dan pengasuh; latihan pengasuh; komitmen pengasuh; dan bahan pengajaran dan pembelajaran. Ini menunjukkan betapa pentingnya pengurusan yang berkesan dalam pembangunan dasar dan penambahbaikan perkhidmatan. Pengasuh juga menekankan domain tambahan yang mereka anggap penting dalam konsepsi mereka tentang kualiti iaitu aktiviti yang sistematik dan keselamatan. Kata Kunci Konsepsi, pengasuh, program, kualiti, TASKAView full-textArticleFull-text availableSEJARAH PERADABAN ISLAM MASUKNYA ISLAM KE RIAUDecember 2019 Febri ArdiantiAda beberapa hal yang dapat kami simpulkan dari beberapa pembahasan yang berhubungan dengan penyebaran perkembangan agama Islam Di Riau, yaitu Perkembangan dan penyebaran agama Islam di Riau dimulai dengan perkembangan secara sedikit-sedikit melalui rasa keingin tahuan masyarakat Riau itu sendiri pada mulanya. Perkembangan Islam di Riau ,tidak terlepas dari pejuangan tokoh-tokoh penting dalam ... [Show full abstract] sejarah seperi Raja Ali haji dan beberapa pembesar kerajaan – kerajaan Islam di Riau seperti Kerajaan Siak ,daik, serta kerajaan yang ada di daerah indra giri. 3. Salah satu bukti nyata perkembangan dan penyebaran agama islam di Riau adalah Situs- situs sejarah yang ada di Riau itu sendiri seperti Masjid Masjid Raya Nur Alam Senapelan, Masjid Arrahman Tertua ke2 di Pekanbaru,Istana kerajaan Siak. 4. Situs Sejarah pulau full-textLast Updated 23 Dec 2022Interested in research on Islam?Join ResearchGate to discover and stay up-to-date with the latest research from leading experts in Islam and many other scientific topics.
SejarahLombok - Seperti kepercayaan orang Indonesia kebanyakan, makam seringkali menjadi tempat keramat dan mistis. Makam, apalagi jika yang dikuburkan adalah tokoh terkenal dan berpengaruh biasanya akan menjadi tujuan wisatawan religi dan sejarah. Makam Loang Baloq dan Makam PPH Van Ham adalah dua makam yang terkenal di Lombok, Nusa Tenggara
Destinasi wisata Lombok, Nusa Tenggara Barat NTB tak akan pernah habis untuk dikunjungi. Tidak hanya menyajikan panorama alam yang indah, budaya dengan kearifan lokal, serta sejarah. Termasuk destinasi yang unik satu ini Makam Nyatok. Bagi pengunjung yang senang berwisata religi dapat memasukan Makam Nyatok sebagai salah satu tujuan. Makam Nyatok yang berada di Lombok Tengah bagian Selatan, persisnya terletak di desa Rambitan. Makam Nyatok merupakan area pemakaman wali penyebar agama islam di Lombok khususnya bagian selatan. Makam ini sarat akan sejarah terkait perkembangan penyebaran islam di Lombok Tengah dan Lombok bagian Selatan. Setiap hari Rabu, Makam Nyatok selalu di banjiri oleh peziarah. Menurut penuturan para akademisi sejarawan NTB dan masyarakat sekitar sang wali Nyatok ini adalah orang yang luar biasa alim, beliau tak pernah berhenti berdakwah setiap harinya kecuali hari Rabu. Hari Rabu baginya adalah hari di mana beliau berada di dalam kampung atau dalam rumah fokus untuk menerima tamu yang datang pada beliau. Dari hari Kamis hingga Selasa kegiatan beliau adalah untuk menyebarkan agama Islam di Lombok bagian Selatan. Sedangkan untuk hari Jumat beliau keluar hanya untuk jumatan dan tidak mengadakan dakwah fokus beribadah, mungkin bisa di bilang seperti uzla dan khalwat. Berdasarkan sejarah tersebut, sehingga makam sang wali Nyatok hanya boleh di ziarahi pada hari Rabu saja. Diketahui Makam Nyatok memiliki luas 15 hektar dan terdapat beberapa makam lainnya serta satu makam inti yang merupakan makam wali Nyatok dengan hiasan batu nisan besar dan kecil dengan di kelilingi pagar kayu untuk menjaga dari para peziarah yang datang. Di luar makam wali Nyatok adalah makam para sahabat, kerabat sang wali. Nyatok sendiri berarti Nyata’ yang bermakna bahwa benar adanya terdapat makam seorang waliyullah pembawa agama Islam di Lombok bagian Selatan yang berasal dari tanah Arab. Masyarakat Lombok percaya beliaulah yang menyebarkan agama Islam di Lombok Selatan itu tercermin dari beberapa peninggalan yang menjadi bukti seperti, masjid kuno Rambitan, Gedeng lauk dan Gedeng daye seperti bangunan yang beratap dari anyaman, Al-Quran, Kelotok, benda yang berbentuk lonceng. Di makam inilah masyarakat berdoa, membaca ayat-ayat al-quran, meminta kelancaran hidup serta dimudahkan rezekinya. Setelah berziarah dan berdoa. Masyarakat sekitar yang datang beramai-ramai akan mengadakan begibung di area makam yang sudah di sediakan tempatnya. Begibung adalah sebuah tradisi makan bareng atau semacam makan besar beramai-ramai. Makanan dan lauk pauk sudah disiapkan dari rumah sehingga memudahkan para peziarah untuk langsung makan setelah selesai berdoa. Adapun rute menuju Makam Nyatok sebagai berikut. Peziarah dapat menuju jalur KEK pantai Kuta Mandalika dan sangat dekat dengan desa wisata Sade sehingga memungkinkan pengunjung cepat menemukan lokasinya. Sementara kalau dari arah Bandara Internasional Lombok jaraknya kurang lebih sekitar 11 kilometer via Jl. Raya Tanak Awu – Kuta Lombok, bila menggunakan kendaraan pribadi. Para pelancong bisa juga memakai jasa travel dengan tarif – per orangnya di sekitar area bandara. *5
ZiarahMakam Raden Mentas Al-fatihah.. اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
SITE NETWORK Lombok Travel Information Komodo Travel Information Rinjani Trekking Information Paket Wisata ke Lombok Lombok Rental Car WISATA ZIARAH MAKAM WALI DI LOMBOK Selamat datang di Biro Perjalanan Lombok Wisata, Kami menawarkan informasi lengkap tentang tujuan wisata ziarah makam wali di Lombok sebagai berikut 1. Makam Keramat Batu Layar Selain masjid Kuno Bayan Beleq, makam Selaparang dan Loang Baloq yang sering menjadi tujuan wisata religi, Lombok masih menyimpan destinasi lainnya yang serupa yakni makam Batu Layar yang menurut kepercayaan setempat menjadi makam keturunan Nabi Muhammad SAW. Ada juga yang mengatakan bahwa makam tersebut merupakan tempat peristirahatan tokoh Islam berkebangsaan Baghdad bernama Sayid Duhri Al Haddad Al Hadrami. Sayid Duhri Al Haddad Al Hadrami dipercaya sebagai salah satu tokoh penyebar agama Islam di Indonesia. Beberapa publikasi yang lain menyebut nama tokoh Baghdad yang datang bernama Syeh Syayid Muhammad Al Bagdadi. Entah mana yang benar namun alkisah ia datang ke Lombok untuk melakukan syiar agama. Setelah agama Islam sempurna, ia ingin kembali ke negara asalnya. Saat akan pulang ia diantar ke pinggir pantai Batu Layar oleh para muridnya. Setelah tiba di pinggir pantai, ia duduk diatas batu yang menyerupai sebuah batu. Tak seberapa lama datanglah hujan lebat disertai dengan angin dan peting. Pada saat itulah Syeh Sayid menghilang dan yang tertinggal hanyalah seonggok batu tersebut. Cerita itu pun kemudian melahirkan kisah bahwa yang dimakamkan di makam Batu Layar bukanlah jasad Syeh Sayid namun kopiah dan sorban yang ia tinggalkan. Itu sebabnya mengapa makam ini disebut sebagai malam keramat dan sering digunakan sebagai tempat untuk membayar nazar. Yang dimaksud nazar adalah janji yang biasanya diucapkan oleh seseorang sebagai bentuk permohonan jika maksudnya terkabul. Beberapa nazar yang sering diungkapkan oleh para peziarah makam Batu Layar adalah nazar akan berziarah ke makam ini jika keinginan mereka berangkat haji atau umroh tercapai. Itu mengapa saat menjelang musim haji, makam Batu Layar ramai dikunjungi mereka yang akan berangkat ke tanah suci. Kabarnya, tak cuma wisatawan dari Lombok saja yang mengunjungi makam Batu Layar, tetapi juga wisatawan dari luar pulau. Makam Batu Layar mencapai puncak ramai saat perayaan lebaran topat, yakni lebaran yang diselenggarakan tepat 7 hari setelah Idul Fitri. Lebaran topat bahkan sudah menjadi kegiatan rutin yang diselengarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Diawali dengan tradisi Nyangkar oleh Wakil Bupati Lombok. Dalam tradisi Nyangkar terdapat prosesi pengambilan air lingkuk emas untuk bejanjam. Bejanjam adalah membasuh wajah anah-anak dengan harapan kelak mereka menjadi anak yang saleh. Sedangkan air lingkuk emas diambil dari kaki bukit Batu Layar yang keberadaannya diketahui sebelum zaman Belanda. Sebelum mengambil air ini ada beberapa sesajen yang harus disiapkan yakni penginang pidade yang diisi tokok lekes, jembung kuning tempat ceret, beras kuning, empok-empok dan kejamas. Setelah itu ada proses nguris rambut yakni memotong rambut bayi. 2. Makam Loang Baloq & PPH Van Ham Seperti kepercayaan orang Indonesia kebanyakan, makam seringkali menjadi tempat keramat dan mistis. Makam, apalagi jika yang dikuburkan adalah tokoh terkenal dan berpengaruh biasanya akan menjadi tujuan wisatawan religi dan sejarah. Makam Loang Baloq dan PPH Van Ham adalah dua makam yang terkenal di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Namun begitu dua kawasan ini justru mempunyai kisah yang bertolak belakang. Loang Baloq berasal dari kata dalam bahasa Sasak yang berarti pohon beringin yang berlubang. Ya, area ini memang ditumbuhi sebuah pohon beringin yang konon sudah berumur ratusan tahun. Makam Loang Baloq adalah kawasan pemakaman yang didalamnya terdapat puluhan jasad. Yang menjadi istimewa dan kerap dikunjungi warga adalah makam Maulana Syech Gaus Abdurrazak, makam Anak Yatim dan Datuk Laut. Syech Gaus Abdurrazak adalah pendakwah Islam dari Baghdad Irak yang menyebarkan Islam di Palembang dan kemudian Lombok sekitar 18 abad lalu. Setelah dari Palembang, ia meneruskan perjalanan dan mendarat di pesisir pantai Ampenan, Mataram. Setelah sampai, ia memberikan petuah-petuah yang bersumber pada ajaran Islam kepada masyarakat setempat. Makam Syech Gaus Abdurrazak inilah yang berada di lubang tepat di bawah pohon beringin berbentuk persegi panjang dengan lubang ditengah, tempat dimana para peziarah biasanya menaburkan bunga. Untuk masuk kedalam makam yang sudah berkeramik putih ini, peziarah perlu memasuki sebuah pintu masuk. Di samping pintu masuk telah disipakan air untuk pengunjung dan sebuah mushola. Sementara itu, makam Anak Yatim berada di samping bagian luar makam Maulana Syech Gaus Abdurrazak dengan ukuran yang relatif lebih kecil. Di samping makam ini, terdapat makam Datuk Laut dengan bangunan permanen berukuran 3 x 4 meter berkeramik warna hitam. Tidak hanya berziarah, pengunjung yang datang ke kompleks makam ini juga menggelar sejumlah ritual seperti potong rambut anak yang masih balita atau disebut dengan ngurisang. Peziarah biasanya juga menyampaikan nazar dan berdoa di makam agar segera permintaanya segera dikabulkan. Misalnya seperti minta jodoh, panjang umur, sehat dan murah rejeki. Bagi yang menyampaikan nazar tertentu, mereka selalu mengikatkan sesuatu ke akar gantung pohon beringin. Jika nazar mereka dikabulkan, mereka akan kembali lagi ke tempat itu dan membuka ikatan serta membayar nazar yang sudah disampaikan. Tradisi dan kebiasaan ini disebut dengan Saur Sesangi. Kompleks ini ramai dikunjungi warga saat lebaran Idul fitri hingga perayaan lebaran topat, tujuh hari setelah Idul Fitri dan perayaan Maulid Nabi. Kompleks makam Loang Baloq berada di Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Ampenan atau sekitar 6 kilometer dari Mataram. Anda dapat dengan mudah menuju tempat ini karena dilalui oleh jalan lingkar Mataram yang sudah beraspal. Anda bisa naik kendaraan umum atau menyewa mobil. 3. Makam Maulana Syech TGH. Zaenudin Abdul Madjid Almagfurullah Maulana Syekh Abdul Majid, Pendiri organisasi Nahdatul Wathan. Lombok adalah sebuah pulau di Nusantara yang berada di sebelah timur pulau Bali. Masuknya Islam ke Lombok sekitar abad ke-14 tidak jauh berbeda dengan daerah sekitarnya, seperti Makasar, Buton, Bone, Sumbawa, dan pulau-pulau lainnya di sekitar Nusa Tenggara. Menurut Raden Itarawan 1998, Islam masuk ke Lombok dibawa oleh Sunan Giri bersama dengan 44 pengikutnya ketika terdampar di desa Bayan yang penduduknya masih menganut paham animisme. Penyebaran Islam di Lombok ditandai oleh peninggalan Masjid "Belek" di Bayan. Dari sinilah, Islam di Lombok terus berkembang sebagai agama yang dianut oleh masyarakat. Perkembangan Islam di Lombok seiring dengan kemunculan para penyebar Islam juru dakwah seperti apa yang penah diajarkan Sunan Giri untuk membebaskan masyarakat dari paham animisme menjadi masyarakat Muslim. Pada gilirannya, lahirlah sosok-sosok ulama Lombok pada awal abad ke-20 yang disebut Tuan Guru yang memiliki pengetahuan agama yang luas untuk meneruskan tradisi dakwah dari para pendahulunya yang telah meninggalkan warisan intelektual yang sangat berharga serta membebaskan masyarakat dari kebodohan dan keterbelakangan akibat kolonialisme Belanda. Misi penyebaran Islam yang dulunya diwakili oleh para Wali Jawa diambil alih oleh Tuan Guru yang dibarengi pula pertumbuhan pondok pesantren yang menyedot banyak pengikut dari segala penjuru dan dari luar pulau Lombok. Perjuangan Tuan Guru diarahkan untuk mensucikan Islam dari unsur-unsur kepercayaan lain dengan menganjurkan kembali pada al-Qur'an dan Hadits sebagai sumber pedoman Islam yang utama. Makam Maulana Syech TGH. Zaenudin Abdul Madjid PANCOR Dalam konteks ini, muncullah seorang ulama terkenal di Lombok, yakni Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang dilahirkan di Kampung Bermi Pancor, Lombok Timur pada tanggal 17 Rabiul Awwal 1324 H/1906 M. Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin AM dibesarkan di tengah-tengah keluarga religius dan sangat dihormati masyarakat. Berdasarkan penelitian doktoral yang dilakukan Erni Budiawanti 2000, TGH Muhammad Zainuddin AM termasuk salah seorang ulama yang memiliki banyak pengikut di Bayan bersama tuan guru lainnya; yakni TGH Hazmi Azar dan TGH Safwan Hakim. Ayahnya, Tuan Guru Abdul Majid, merupakan tokoh agama dan tokoh maasyarakat yang sangat disegani, dihormati, dan kharismatik. Ayahnya juga dikenal sebagai tokoh pemberani yang pernah memimpin pertempuran melawan kaum penjajah Belanda, Jepang, serta melawan kerajaan Hindu Bali Karangasem yang menguasai daerah Lombok. Sejak kecil, TGH Muhammad Zainuddin AM diakui sangat cerdas, jujur, pandai dan memiliki otak brilian. Tak mengherankan, jika Ayahnya menaruh perhatian yang khusus kepadanya yang diharapkan dapat melanjutkan kepemimpinan ayahnya sebagai tokoh masyarakat dan tokoh agama di Lombok. Pada usia 6 tahun, ia sudah fasih membaca al-Qur'an di bawah bimbingan ayahnya langsung. Pada masa inilah, ia memperdalam ilmu pengetahuan agama secara langsung dari beberapa ulama di sekitar Lombok, yakni TGH Syarafuddin di Pancor dan TGH Abdullah bin Amak Dujali Kelayu Lombok Timur. Di bawah ketiga ulama Lombok inilah, TGH Muhammad Zainuddin AM dibekali pengetahuan agama secara memadai untuk melanjutkan tradisi intelektual yang telah berkembang di Lombok. Setelah mendapat pengetahuan agama dari ulama-ulama Lombok, TGH Muhammad Zainuddin AM dikirim ayahnya ke Mekah al-Mukarromah. Tepatnya pada usia 17 tahun, ia belajar kepada ulama-ulama Mekah tentang berbagai disiplim ilmu pengetahuan agama selama 12 tahun. Di Masjidil Haram lah, ia mula-mula belajar dengan mendapatkan guru-guru yang sudah ditentukan oleh ayahnya sendiri. Pada tahun 1928, ia melanjutkan studinya di Madrasah Ash-Shaulatiyah yang pada saat itu dipimpin oleh Syaikh Salim Rahmatullah putra Syaikh Rahmatullah, pendiri Madrasah Ash-Shaulatiyah. Madrasah ini adalah madrasah pertama di tanah suci yang banyak menghasilkan ulama-ulama besar. Di madrasah inilah, ia belajar berbagai ilmu pengetahuan agama dengan rajin di bawah bimbingan ulama-ulama terkemuka di kota suci Mekah. Setelah menimba ilmu di Mekah, TGH Muhammad Zainuddin AM kembali kampung halamannya, Pancor, Lombok Timur untuk mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya di Mekah sekaligus untuk mewujudkan obsesinya melanjutkan kepemimpinan orang tuanya sebagai tokoh agama yang akan menegakkan ajaran-ajaran agama. Langkah pertama yang dilakukannya adalah mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah NWDI pada tahun 1934. Madrasah ini khusus diperuntukkan bagi santri pria Wildan, 1998. Pendirian madrasah ini bermula dari mengumpulkan para pemuda/remaja dalam bentuk halaqah atau majlis ta'lim. Inilah barangkali cikal bakal pendidikan agama di Nusantara selama berabad-abad. Baru pada tanggal 15 Rabiul Akhir 1362 H/21 April 1943, TGH Muhammad Zainuddin AM mendirikan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah NBDI yang dikhususkan kepada santri perempuan. Kedua madrasah ini merupakan madrasah pertama yang berdiri di Lombok. Pada gilirannya, kedua madrasah ini diabadikan menjadi nama Pondok Pesantren Darun Nahdlatain Nahdlatul Wathan Wildan, 1998. Hal ini tentu saja memberikan keyakinan intelektual betapa pesantren telah lama menjadi salah satu bentuk dari pendidikan agama yang pernah dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak abad ke-13 atau sebelum datangnya penjajah Barat dari berbagai penjuru daerah, termasuk di Lombok. Pesantren sebagai sebuah lembaga pendidikan swasta sudah sejak lama mempunyai diversifikasi dalam berbagai cabang keilmuwan Karel A. Steenbrink, 1986 Pendidkan Jaringan Intelektual TGH Muhammad Zainuddin AM memiliki jaringan intelektual yang luar biasa, terutama silsilah guru-guru yang didapatinya selama di Mekah al-Mukarromah. Jaringan ini mencerminkan betapa luasnya pengembaraan mencari ilmu dan matangnya keilmuwan TGH Muhammad Zainuddin AM. Silsilah keilmuwan yang diperolehnya tidak dalam satu mata rantai dalam setiap cabang keilmuwan, melainkan beberapa guru yang memiliki kemampuan dan pengetahuan agama yang luas. Tarikh akhir 1997 menjadi masa kelabu Nusa Tenggara Barat. Betapa tidak, hari Selasa, 21 Oktober1997 M/20 Jumadil Akhir 1418 H, sang ulama karismatis, Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, berpulang ke rahmatullah sekitar pukul Wita di kediaman beliau di desa Pancor, Lombok Timur. Tiga warisan besar beliau tinggalkan ribuan ulama, puluhan ribu santri, dan sekitar seribu lebih kelembagaan Nahdlatul Wathan yang tersebar di seluruh Indonesia dan manca negara. 4. Makam Raja Selaparang Setiap lokasi wisata religi biasanya punya mitos yang dipercaya oleh pengunjung. Begitu juga yang terjadi di Makam Selaparang. Masyarakat setempat percaya bahwa jika kita yang masih lajang berkunjung ke sini niscaya kita akan cepat mendapatkan jodoh. Tertarik ingin membuktikannya? Keberadaan Makam Selaparang sangat lekat dengan keberadaan Kerajaan Selaparang di abad 13 dan 16 lalu. Kerajaan Selaparang pertama adalah kerajaan Hindu dan kekuasaannya berakhir dengan kedatangan ekspedisi Kerajaan Majapahit pada tahun 1357. Kerajaan Selaparang kedua adalah kerajaan Islam. Dalam sejarah, Kerajaan Selaparang tergolong kerajaan yang tangguh, baik armada laut dan daratnya. Laskar lautnya bahkan pernah mengusir Belanda yang hendak memasuki wilayah tersebut sekitar tahun 1667-1668 Masehi. Kerajaan Selaparang pernah dua kali terlibat dalam pertempuran sengit melawan Kerajaan Gelgel, yakni sekitar tahun 1616 dan 1624 Masehi. Makam Selaparang berada di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, tepatnya di kecamatan Swela sekitar 65 km dari kota Mataram. Jika Anda menyewa mobil, perjalanan akan memakan waktu sekitar 1 jam. Selama perjalanan, kita akan disuguhi banyak sekali pemandangan indah termasuk pegunungan Rinjani yang memesona. Untuk masuk ke lokasi makam, kita harus membayar tiket seharga Rp. 5 ribu per orang. Kita juga harus mentaati segala peraturan di lokasi ini, yakni dilarang memotret, harus mengenakan baju yang sopan, melepas alas kaki dan bagi yang sedang menstruasi tidak boleh masuk ke area makam. Komples Makam Selaparang ramai dikunjungi peziarah pada waktu-waktu tertentu seperti menjelang musim keberangkatan jamaan haji dan beberapa waktu khusus lainnya. Tradisi ziarah ke Makam Selaparang masih lestari hingga sekarang. Ada tiga makam yang banyak dikunjungi di kompleks Makam Selaparang yakni makam Raja Selaparang, makam orang tua Raja Selaparang dan makam panglima Gajah Mada. Di ketiga makam ini, pengunjung sering menaburkan bunga dan membasuh muka dengan air yang telah seediakan. Dengan membasuh muka ini diyakini bagi yang masih lajang akan cepat mendapat jodoh. Jejak-jejak keislaman di makam ini adalah di nisan salah satu makam bertuliskan huruf Arab dan huruf yang merupakan peralihan huruf Jawa kuno ke huruf Bali yang terdiri atas lima baris dan terpahat dalam bentuk relief timbul yang berbunyi “La ilaha ilallah, wa muhammadun radul, ulla, maesan, gegawean dan parayuga”. Pada mulanya makam ini dibangun ketika salah satu raja atau wali Selaparang diburu oleh Belanda. Ketika itu raja tersebut menerobos dinding masjid yang berada di samping makam dan menghilang disana. Atas dasar itulah makam ini kemudian dibangun. Di kompleks ini dulunya terdapat perpustakaan, namun oleh Belanda buku-bukunya dimusnahkan. Di perpustakaan inilah terdapat sejarah Kerajaan Selaparang saat itu. Jika ingin mengetahui lebih banyak tentang sejarah Kerajaan Selaparang, Anda bisa sekali ke Desa Ketangga yang masih berada di Kecamatan Swela. Desa itu termasuk desa tertua dan menyimpan benda-benda pusaka Kerajaan Selaparang. Desa ini menyimpan misteri dan memiliki cagar budaya yang cukup banyak, seperti masjid pusaka Selaparang, batu dari Irak Baghdad dan sabuk yang bertuliskan sejarah manusia sejak lahir hingga masuk alam akhirat. Tidak itu saja, pengunjung juga bisa menemukan Al Quran bertulis tangan, perisai yang terbuat dari kulit, keris dan masih banyak yang lain. 5. Makam Wali Nyatoq Di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, atau 49 km dari kota Mataram, terdapat sebuah makam yang cukup istimewa. Makam Wali Nyatoq, demikian namanya. Makam ini terletak tidak jauh dari masjid tua Rembitan. Bagi masyarakat Lombok Tengah, Wali Nyatok telah menjadi bagian penting dari kehidupan mereka karena berjasa dalam penyebaran agama Islam di sana, sehingga makamnya memiliki makna spiritual yang luar biasa. Warga masyarakat yang datang ke sana selain untuk nyekar, juga minta keselamatan dan kesembuhan dari penyakit. "Jika kita ada niatan dan ikhlas, pasti dikabulkan. Percaya atau tidak, banyak yang telah menjadi kenyataan. Ini memang hal yang secara rasional sulit dipercaya. Karena itu banyak warga yang mempercayainya berduyun-duyun datang ke makam khususnya pada hari Rabu menjelang bulan Maulid," Yang Biasa Aku Liat Mereka yang berkunjung tidak hanya dari Lombok, melainkan juga datang dari Jawa. Informasi itu sendiri di samping diperoleh dari mulut ke mulut, juga atas petunjuk spiritual. Dalam kaitan kunjungan pada hari Rabu, memang menjadi buah bibir masyarakat. Namun konon, hari Rabu adalah hari baik di mana Wali Nyatoq memberikan berkahnya secara utuh. Beberapa warga mengaku pernah ada wangsit dari Wali Nyatoq yang menyebutkan bahwa dia ada pada hari itu. Akhirnya, kebiasaan berkunjung pada hari Rabu terus terpelihara. Makam Wali Nyatoq Air makam Wali Nyatok pun dikeramatkan, sehingga acapkali dipakai sebagai sarana untuk mengungkap suatu kasus meresahkan yang terjadi di desa itu. Misalnya saja jika ada warga yang kecurian, kemudian ada seseorang yang dicurigai, orang itu langsung digelandang ke makam Wali Nyatoq untuk disumpah. Di sana, di hadapan warga, orang itu akan diminta meminum air tanah tersebut. Mereka yang merasa mencuri, tidak akan bersedia meminumnya karena akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada dirinya. Bisa dibilang, makam Wali Nyatoq sangat diistimewakan masyarakat setempat. Seperti Yang Biasa Aku Liat makam tersebut identik dengan keberadaan masjid tua Rembitan - yang usianya diduga mirip dengan masjid tua Bayan dan masjid tua Pujut. Fondasi bangunan masjid dari tanah. Namun gambaran yang khas dari masjid itu adalah tali-temalinya menggunakan bahan ijuk dan tali saot - sejenis akar gantung pada tumbuhan hutan. Sedangkan tali pengikat atap alang-alang disebut male. Abad Ke-16 Masjid tua Rembitan dengan bentuk atap tumpang dan tanpa serambi itu diperkirakan dibangun pada abad ke-16. Babad Lombok menyebutkan bahwa agama Islam masuk ke Lombok dibawa Sunan Prapen, putra Sunan Giri dari Gresik. Dibangunnya Masjid Rembitan itu sering dihubungkan dengan tokoh penyebar agama Islam di daerah Rembitan Wali Nyatoq. Wali Nyatoq merupakan penyebar Islam yang masuk ke kawasan selatan Lombok Tengah di mana masyarakat semula merupakan pemeluk animisme. Dalam menyebarkan Islam, Wali Nyatok pun mengimplementasikannya dalam kegiatan sehari-hari lewat tingkah laku yang baik. Berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, pada saat Wali Nyatoq meninggal dunia, jenazahnya ditandu. Konon begitu akan dikuburkan, jasadnya menghilang. Yang tinggal hanya kain kafan dan keranda yang kemudian dimakamkan. Begitu kuatnya keterikatan masyarakat dengan tokohnya itu membuat hubungan masyarakat dengan makam tersebut tidak bisa dipisahkan. Karena itu, tidak ada seorang pun yang berani menggugat keberadaan makam itu. Seperti waktu Itu, Sepulang Aku Dari Sekolah, H. Subhakti, tewas mengenaskan di tangan massa. Pasalnya, Subhakti diduga telah merusak makam Wali Nyatoq karena berupaya melakukan pembongkaran. Konon, Subhakti hanya ingin mengungkap tabir di balik keajaiban yang sering terjadi pada makam tersebut. "Memang sudah menjadi kepercayaan masyarakat, barangsiapa yang berani mengusik makam keramat ini sudah jelas nyawa taruhannya. Apa pun alasannya sulit diterima secara rasional," Seperti Itulah Kata " Masyarakat Rembitan Pujut 6. Makam Bintaro Ampenan PENYEBARAN agama Islam di NTB, khususnya Lombok telah dilakukan sejak dahulu. Tetapi, dalam implementasinya ajarannya masih belum sempurna, karena masih tercampur dengan tradisi yang ada. Makam Bintaro yang berada di Jalan Saleh Sungkar, Bintaro, Ampenan, Mataram, merupakan makam para Habib yang datang untuk menyempurnakan ajaran Islam di Lombok. Dari papan informasi yang dipasang Pemkot Mataram, jika Makam Bintaro merupakan makam dari Habib Husen Bin Umar Mashur, Syarifah Zahra Al Habsy, dan Syech Abdullah Al Badawi yang meninggal tahun 1880. Ketiganya merupakan para habib yang berasal dari Yaman Selatan yang datang tahun 1865 dan menetap di lingkungan Telaga Mas Kampung Arab Ampenan. Nurrahman, penjaga Makam Bintaro, menuturkan jika Habib Husen Bin Umar Mashur dan Syarifah Zahra Al Habsy merupakan pasangan suami istri. “Jadi makamnya berderet begitu, sedangkan makam Syech Abdullah Al Badawi sendiri dia,” terangnya saat ditemui Ekbis NTB, Makam Bintaro Ampenan Makam para habib ini berada di sebuah bangunan di mana makam ketiganya dibuat paling besar dan diberi kain penutup. Juga terdapat belasan makam lainnya di dalam makam tersebut. “Kalau yang itu makamnya tidak ada namanya,” jelas Nurrahman. Selain makam para Habib, di Makam Bintaro juga terdapat makam Saleh Sungkar yang berada di selatan bangunan makam Habib. Makamnya diberi penutup kain putih dan dibuat agak tinggi dibanding makam sebelahnya. Nurrahman menjelaskan Saleh Sungkar dulunya merupakan Datu Ampenan yang terkenal dengan kepintarannya. “Tetapi ada temannya yang iri sama dia, jadi Saleh Sungkar dibunuh sama temannya itu. Tidak salah dia dibunuh di sekitaran Narmada dulu,” katanya. Makam Saleh Sungkar bertahun tahun 1952. “Di sebelah kirinya ini makam istrinya Saleh Sungkar. Kalau keturunannya di luar Lombok saja tempatnya,” terangnya. Makam Bintaro ini, kata Nurrahman, bisa dikunjungi setiap harinya. “Tetapi paling ramai setiap hari minggu. Pengunjungnya datang dari seluruh Lombok,” katanya. Makam ini juga biasanya dikunjungi oleh calon jamaah haji yang sebelum berangkat akan berziarah ke makam ini. Fasilitas makam Bintaro ini sendiri cukup bagus, karena tersedia tempat parkir yang luas dan posisinya yang berada di samping jalan utama Senggigi memberikan kemudahan akses bagi pengunjung. Di sini juga tersedia lapak pedagang yang sudah disediakan oleh Pemkot Mataram, sehingga pengunjung bisa membeli kebutuhannya. 7. Makam Wali Ketaq Makam ketaq adalah pemakaman Tuan Guru Lalu Moh Soleh yang dijuluki Datuk Lopan yang dulunya memiliki pengaruh besar terhadap sejarah masyarakat Lombok. Konon memiliki sejarah panjang perjuangan para wali dalam memperjuangkan ajaran islam yang ada di pulau Lombok. Beliau meninggal dunia Tahun 1361 H 1942 M dalam usia 132 Tahun. Dan dimakamkan di pemakaman ketaq. Makak ketaq terletak di Dusun Lopan, Desa Monggas, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Makam ketak menjadi salah satu wisata religi di Kab. Lombok Tengah. Dari dulu sampai sekarang, makam ketaq tetap ramai pengunjung. Berziarah ke makam merupakan salah satu hal yang sudah ada sejak dulu sampai sekarang. Berziarah ke makam ketaq membuat kita tetap mengingat mati dan memngingat atau mengenang orang- orang yang yang dulunya berpengaruh dalam sejarah perkembangan islam di tempat kita. Makam Ketak Makam ketaq ramai dikunjungi oleh masyarakat khususnya masyarakat lombok tengah untuk berziarah. Jelang lebaran, makam ketak ramai dikunjungi oleh masyarakat untuk rekreasi atau berwisata. Selain rekreasi dan berwisata, pengunjung datanng berziarah ke makam ketaq untuk berdo’a. Masyarakat yang datang untuk berdo’a, melakukan do’a bersama dengan keluarga di dalam kuburan Tuan Guru atau Datoq Lopan. Mereka percaya bahwa, dengan memanjatkan do’a di makam orang sholeh , maka do’a mereka akan cepat dikabulkan dan tuan guru atau datoq lopan yang sudah meninggal akan ikut mendo’akannya. Setelah berdo’a, mereka mencuci muka dengan air yang dicampur dengan kembang atau biasa disebut oleh orang lombok tengah dengan sebutan Rampe sebagai pelengkap. Pengunjung yang datang ziarah ke makam ketaq dari berbagi daerah. Masing- masing memiliki cara dan kepercaaan yang berbeda, tapi dengan tujuan yang sama. -o0o-
DiKota Mataram, rakyat biasanya akan dari merayakan Kebiasaan Lebaran Ketupat ke dua lokasi bersejarah, ialah Makam Bintaro serta Makam Loang Baloq dalam Tanjung Karang. Dalam aktifitas perayaan Lebaran Ketupat, Makam Loang Baloq yang berlokasi ampuh pada sebelah Pantai Tanjung Karang Mapak bakal penuh sesak oleh peziarah mulai pukul 07.00 pagi.
Laporan Wartawan Robbyan Abel Ramdhon LOMBOK BARAT – Makam Keramat Batu Layar, yang terletak di Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, merupakan makam yang menjadi tempat peristirahatan dua tokoh penyebar Islam, Syekh Said Zuhri dan Syekh Ali Al Haddad. Keduanya melakukan syiar Islam di pulau Lombok bersama sosok yang mereka kawal, yakni Syekh Sayyid Syarif Habib Abdurrahman Al Idrus Al Hadromi. Sejarah tersebut diketahui berdasarkan keterangan yang disampaikan H Bahril 53, orang yang bertugas menjadi Nazir penjaga makam di Makam Keramat Batu Layar, Sabtu 12/2/2022. Baca juga Sejarah Makam Keramat Batu Layar, Dari Batu yang Berlayar Hingga Penjaga Makam Turun-Temurun Baca juga Kisah Amaq Ambo 25 Tahun Rawat Makam Maulana Syaikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid, Berharap Karomah Bahril telah melakoni profesinya sejak tahun 2010, meneruskan tradisi yang telah dilakukan keluarganya, yang juga merupakan para Nazir terdahulu. Dari penuturan Bahrir, makam yang berusia sejak abad ke-19 itu memiliki berbagai nilai historis. Dan berikut telah merangkumnya dalam 5 fakta Makam Keramat Batu Layar, Lombok Barat 1. Merupakan Lahan yang Diwakafkan H Bahril bercerita, dulunya makam tersebut merupakan milik buyutnya yang menjadi penduduk Batu Layar saat masih berupa itu bernama Kayaji, dan saat itu dialah orang pertama yang menyambut kedatangan para Syekh Sayyid Syarif Habib bersama dua pengawalnya saat menyebarkan Islam di wilayah pesisir Lombok Barat. Ketika dua pengawal sang habib meninggal, Kayaji mewakafkan tanah miliknya sebagai tempat peristirahatan mereka dan hingga kini menjadi makam dari dua pengawal tersebut. Sedangkan Syekh Sayyid Syarif sendiri menghilang secara misterius setelah sepeninggal dua pengawalnya. 2. Dijaga Secara Turun-temurun oleh Keluarga Nazir Nazir adalah penyebutan bagi orang yang ditunjuk untuk menjaga merupakan salah satunya. Ia bersama empat anggota keluarganya yang lain meneruskan tradisi keluarga mereka sebelumnya untuk menjadi Nazir dari Makam Keramat Batu Layar.

SunanPrapen died in 1512 Saka or 1605 M and was buried in a cungkup or dome in Klangonan village, part of Kebomas Sub-district of Gresik regency. It is about 400m to the west from Sunan Giri graveyard. The cungkup or dome is unique and has special and artistic carving. One of specific point in Sunan Prapen graveyard is there is a yoni or

› Nusantara›Makam Loang Baloq dan Bintaro ... Masyarakat adat Sasak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu 12/6/2019 merayakan Lebaran Ketupat atau Lebaran Topat sebagai perayaan setelah berpuasa sunah enam hari beruturut-turut di awal bulan Syawal. Momen itu biasanya digunakan untuk berlibur bersama keluarga ke obyek wisata atau ziarah makam. Di Mataram, lebaran ketupat dipusatkan di Makam Loang Baloq dan Makam Bintaro. KOMPAS/ISMAIL ZAKARIA Baliho berisi imbauan larangan parkir di pinggir jalan saat perayaan lebaran ketupat dipasang di kawasan Batulayar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa 11/5/2019.MATARAM, KOMPAS – Masyarakat adat Sasak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu 12/6/2019 merayakan Lebaran Ketupat atau Lebaran Topat sebagai perayaan setelah berpuasa sunah enam hari beruturut-turut di awal bulan Syawal. Momen itu biasanya digunakan untuk berlibur bersama keluarga ke obyek wisata atau ziarah makam. Di Mataram, lebaran ketupat dipusatkan di Makam Loang Baloq dan Makam Lebaran Ketupat sudah terasa sejak Selasa 11/6/2019 di desa-desa maupun kota. Warga mulai menyiapkan ketupat dan memasak lauk seperti opor, pecel kangkung, dan lainnya. Pada Lebaran Ketupat nanti, aneka makanan itu akan dibawa ke masjid untuk dimakan setelah doa bersama serta ketika berlibur ke tempat wisata atau ziarah makam. Kawasan pantai biasanya menjadi favorit warga merayakan Lebaran Ketupat. Beberapa pantai yang selalu ramai pengunjung antara lain Kawasan Ekonomi Khusus KEK Mandalika di Lombok Tengah, Pantai Batulayar dan Senggigi di Lombok Barat, serta Pantai Labuhan Haji di Lombok Timur. Sementara di Lombok Utara, masyarakat banyak yang berkunjung ke Pantai Sira di Kecamatan juga Lombok Siapkan Acara Lebaran TopatKOMPAS/ISMAIL ZAKARIA Kondisi Makam Loang Baloq, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa 11/6/2019. Makam Loang Baloq akan menjadi salah satu pusat perayaan Lebaran Ketupat pada Rabu 12/6/2019.Selain mengunjungi pantai, masyarakat juga berziarah ke sejumlah makam seperti Makam Nyatok di Lombok Tengah, Makam Batulayar di Lombok Barat, dan Makam Loang Baloq serta Makam Bintaro di Kota Mataram. Makam-makam itu merupakan tempat disemayamkan atau petilasan para ulama serta wali penyebar agama Islam di Loang Baloq di Kecamatan Sekarbela dan Makam Bintaro di Kecamatan Ampenan akan menjadi pusat perayaan Lebaran Ketupat di Kota Mataram yang mengusung acara Maripat atau Mataram Religi Kompas Selasa siang, persiapan di dua makam itu sudah dilakukan. Di Loang Baloq yang berada di sisi Selatan kota Mataram, kegiatan akan dilakukan di dua titik yakni area makam untuk acara ngurisan potong rambut bayi dan doa serta ziarah, serta kawasan pantai di seberang makam untuk perayaan termasuk pemotongan ketupat agung. Adapun di Makam Bintaro di sisi utara Kota Mataram, ziarah dan perayaan dilaksanakan di kawasan juga Libur Lebaran Diharapkan Jadi Momentum Kebangkitan LombokKOMPAS/ISMAIL ZAKARIA Persiapan menjelang perayaan Lebaran Ketupat di Makam Bintaro, Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa 11/6/2019.Selain membersihkan kawasan makam, dilakukan pula pendirian terop. Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram terlihat menyemprotkan air di area yang akan digunakan. “Biar lebih sejuk dan tidak berdebu saat acara,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram Ki Agus M Makam Loang Baloq, kelompok pemuda setempat juga terlihat mempersiapkan diri. Pada Sabtu besok, mereka akan membantu kepolisian untuk menjaga keamanan, termasuk mengatur pergerakan sehari, peziarah bisa lebih dari lima ribu. Jadi harus benar-benar dijaga dan diatur biar berjalan lancar.“Dalam sehari, peziarah bisa lebih dari lima ribu. Jadi harus benar-benar dijaga dan diatur biar berjalan lancar,” kata Baharudin, Koordinator Keamanan Makam Loang Makam Loang Baloq yang dalam Bahasa Sasak berarti Lubang Buaya, terdapat tiga makam yakni makam wali Syech Gaso Abdurrazak, makam tokoh agama dan masyarakat di Lombok Datuk Laut, dan makan seorang anak yatim piatu yang disebut Anak ZAKARIA Peziarah beristirahat di bawah pohon besar di kompleks makam Loang Baloq, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa 11/6/2019.Sementara di Makam Bintaro, terdapat makam tiga orang yakni Habib Husen Bin Umar Mashur, Syarifah Zahra Al Habsy, dan Syech Abdullah Al Badawi. Ketiganya berasal dari Yaman Selatan dan datang pada 1865. Mereka datang untuk menyempurnakan agama Islam di Pengurus Makam Loang Baloq Syafri, para peziarah yang datang nantinya tidak hanya dari Lombok, tetapi di antaranya juga pulau Sumbawa, dan Jawa. “Tidak hanya pada hari Ketupat, tetapi makam Loang Baloq biasanya akan ramai hingga hari Minggu nanti,” kata Ampenan kan sangat beragam. Di sini ada berbagai etnis. Jadi kami libatkan sebagai bagian dari Makam Bintaro, selain ziarah dan pemotongan ketupat agung, masyarakat juga akan disuguhi pertunjukan barongsai dan tari rudat, serta hiburan musik dangdut di panggung di kawasan pantai, tak jauh dari makam. “Masyarakat Ampenan kan sangat beragam. Di sini ada berbagai etnis. Jadi kami libatkan sebagai bagian dari akulturasi,” kata Camat Ampenan Muzakkir Lebaran Ketupat di Makam Loang Baloq akan dihadiri langsung oleh Wali Kota Mataram Ahyar Abduh. Sementara Wakil Wali Kota Mataram Mohan Roliskana akan hadir di Makam Bintaro. EditorGregorius Magnus Finesso LombokTimur, makam Ketak dan Wali Nyato'' di Lombok Tengah, makam Loang Baloq dan makam Bintaro di Mataram, makam Mambalan di Gunungsari serta makam Batu Layar d i Lombok Barat. 41 Analisis Pengelolaan Wisata Religi untuk pengembangan dakwah di Makam Sultan Hadiwijaya. Makam Sultan Hadiwijaya terletak di desa Gedongan Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen. Makam Sultan Hadiwijaya ini berada dalam jarak sekitar 20 km dari kota Surakarta dan berada dekat dengan aliran sungai Bengawan Solo. Bacajuga: Duka Penjaga Makam Pahlawan Ciceri, Gaji Sering Telat dan Alat Potong Rumput Rusak. Pertempuran itu dikenal dengan pertempuran Cijentul, lokasi pertempurannya di tengah hutan di dekat tugu berdiri. Tugu tersebut dibangun atas gagasan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) pada 20 Mei tahun 1976. Teater Taman Ismail Marzuki juga kerap menjadi tempat pertunjukan acara-acara besar yang dihadiri oleh ribuan penonton. Untuk acara-acara semacam ini, wahana teater yang ada di taman inilah yang biasanya dijadikan sebagai venue acara. Teater di taman ini terbagi dalam dua ukuran yakni teater besar dan teater kecil. kekeramatanmakam tidaklah bersifat tunggal. Banyak motivasi dan tujuan yang diinginkan oleh masing-masing peziarah sesuai dengan niatan yang paling dalam (Aziz, dkk 2004: 78). Pada makam kuno di Lombok pada kenyataannya masyarakat masih percaya akan tradisi, keyakinan dan ritual pada masa lalu. Namun
MakamBintaro yang berada di Jalan Saleh Sungkar, Bintaro, Ampenan, Mataram, merupakan makam para Habib yang datang untuk menyempurnakan ajaran I slam di Lombok.Dari papan informasi yang dipasang Pemkot Mataram, jika M akam Bintaro merupakan makam dari Habib Husen Bin Umar Mashur, Syarifah Zahra Al Habsy, dan Syech Abdullah Al Badawi yang meninggal tahu n 1880.
Kegiatan ziarah makam tokoh NU di Desa Monggas Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah dijaga ketat polisi. Kegiatan dalam rangka memeriahkan Harlah NU ke-96 itu berlangsung Minggu pagi (30/1). "Kami ingin memberikan rasa aman bagi para peziarah makam," ujar Kapolsek Kopang, AKP Suherdi. Puluhan anggota diturunkan selama kegiatan ziarah makam. Kapolres Lombok Tengah AKBP
.