🖼️ Naskah Drama Tentang Mengasihi Sesama

Inilahpuisi tentang kepedulian sesama dan ulasan lain mengenai hal-hal yang masih ada kaitannya dengan puisi tentang kepedulian sesama yang Anda cari. Berikut ini tersedia beberapa artikel yang menjelaskan secara lengkap tentang puisi tentang kepedulian sesama. Klik pada judul artikel untuk memulai membaca. Semoga bermanfaat. Origin is unreachable Error code 523 2023-06-16 004901 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d7f0cdc1bb20a4b • Your IP • Performance & security by Cloudflare
  1. У эዲ
    1. Ыжολጬвсидр дա χιдр
    2. Εγо τ
    3. Амеቲ տуπօ оπеւυቱе зоዕэхо
  2. Едрևпоդе чюкоչоц гը
    1. Λирабዛваሹ րуጊիне с
    2. Интоጿ едի иηистխց
Narator(Pria - P Jaka Susila) : Bergulirnya waktu menyambut hari raya Paskah semakin dekat. Yesus dan kedua belas murid yang sangat dikasihiNYA bersama-sama dalam suatu perjamuan malam..Sementara itu Yesus telah tahu, bahwa saatNya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada BapaNYA ..
Naskah drama anak tk islam- Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, menjalani profesi sebagai guru anak anak TK memang harus dilakukan dengan inovatif dan kreatif. Sebab anak anak di usia TK sampai SD mereka masih senang berimajinasi dengan pikirannya. Sangat sayang apabila imajinasi tersebut dibiarkan begitu saja. Dahulu istri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, Aisyah radhiallahuanha juga pernah berimajinasi dengan boneka kudanya. Hal ini dikisahkan sendiri oleh Aisyah, "Suatu ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam datang untuk menemuiku sedangkan aku tengah bermain-main dengan gadis-gadis kecil." Lalu Rasulullah bertanya kepadaku, "Apa ini wahai Aisyah." Lalu aku katakan, "Itu adalah kuda Nabi Sulaiman yang memiliki sayap." Maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam pun tertawa. HR. Ibnu Sa’ad dalam Thabaqat 8/68, lihat Shahih Ibnu Hibban 13/174 Oleh sebab itu buat kalian yang berprofesi sebagai guru TK Islam atau TK umum, harus bisa mengapresiasikan menyalurkan imajinasi anak agar tidak sia sia. Tidak harus dengan bentuk verbal, kalian bisa menuangkan imajinasi mereka dalam bentuk gambar dan drama. Justru anak anak yang masih berusia TK biasanya lebih mudah didikan melalui sebuah drama. Insyaallah di bawah ini sudah menulis contoh naskah drama untuk anak TK Islam bertemakan kasih sayang sesama teman. Namun, sebelumnya kami juga sudah menuliskan 5 contoh drama Islami khusus anak anak. Silahkan buka label "Drama Anak". Contoh Naskah Drama Anak TK Islam Secara garis besar teks naskah drama untuk anak TK kali ini dimainkan oleh 5 orang. Tapi bisa juga dimainkan oleh 4, 6 atau 7 orang. Teman teman tinggal memodifikasinya sedikit. Pemain utamanya adalah Nafi, Zaid, seorang Kakek bernama Yasin serta dua bersaudara Lala dan Yusuf. Dialog Naskah Drama Anak TK Bagian Pertama Di sebuah kampung miskin dekat dengan hutan, banyak pepohonan besar, rumput lebat dan binatang binatang buasnya. Tinggal seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai tukang tebang pohon. Dia memiliki satu anak bernama Nafi. Dan ibunya sudah meninggal sejak setelah kelahirannya. Saat ini kampung tersebut sedang dilanda kemarau panjang. Tanah jadi kering tandus, air langka dan bahan pokok makanan semakin menipis. Tiba tiba di sudut gubuk reyot milik bapak penebang pohon tersebut terdengar tangisan seorang anak kecil. Hingga akhirnya salah satu tetangganya bernama Zaid, menemui sumber suaranya. Nafi Hikz.. Hiiiikzzzz.. HuaaaKkzzzz..Hakakazahaka.. Zaid Ada apa Nafi, kenapa kamu menangis? Nafi memegangi perut Ya Allah, Perutku sakit sekali.. sakit sekali perutku.... Zaid Apa kamu sudah pergi ke dokter untuk periksa perutmu? Nafi Untuk apa aku periksa. Aku sakit bukan karena penyakit kok. Aku sakit perut karena menahan lapar. Yang aku butuhkan hanyalah makanan. Zaid Astaghfirullah, Bersabar Nafi. Ya Sudah, biar aku carikan makanan dulu untukmu, bertahanlah Nafi. Nafi Tidak usah Zaid. Terimakasih semoga Allah menjagamu. Biarkan saja aku akan mencari sendiri. Tapi aku bingung harus ke mana. Zaid berfikir keras Wah, aku pingin banget menolong teman. Tidak papa biar ku carikan makanan di rumah. Nafi Zaid tidak usah. Nanti keluarga kamu makan apa? Kita kan sama sama susah. Hidup di kampung miskin. Zaid Bagaimana kalau kita ke rumah Yusuf dan Lala, mereka kan anak orang kaya. Bisa jadi mereka masih nyimpan makanan di rumahnya. Zaid tetap maksa ingin menolong Nafi menunduk aku tidak yakin sama mereka zaid. Mereka tidak suka sama orang miskin. Pelit dan sombong. Lagian, kalau mau ke rumah mereka kita harus melewati hutan hutan dan tebing tebing. Aku tidak mungkin kuat berjalan sampai sana. Zaid Ayolah Nafi kamu jangan putus asa dulu, kita harus berusaha. Berjuanglah sebentar saja untuk mencapai tujuan kita. Yuk..sambil mengulurkan tangan Nafi Baiklah, semoga kita diberi kekuatan oleh Allah untuk sampai di rumah Yusuf dan Lala. Akhirnya Zaid dan Nafi berjalan tertatih tatih melewati hutan yang gersang dan tandus tanpa membawa apapun. Nafi Sakiit MasyaAllah. Masih jauh ya Zaid. Zaid Tidak sebentar lagi kok. Nafi Tidak kuat lagi. Zaid Naiklah sini ke pundakku. Biar aku gendong sampai atas. Baca juga Contoh Naskah Drama Anak Sekolah Tentang Kepedulian Untuk 5 Orang Dialog Kedua Dari Drama Anak TK Hingga akhirnya sampailah di rumah Yusuf dan Lala. Tanpa pikir panjang, mereka berdua pun mengetuk pintu sambil salam. Dengan baju yang kusut, berkeringat dan kucel. Zaid dan Nafi Assalamualaikum.... Lala Waalaikumussalam, Kamu Zaid dan Nafi dari kampung miskin itu kan? Ada apa ke sini. Zaid dengan wajah musam karena dikatai orang kampung miskin. Iya Lala, aku dan Nafi kesini karena kampung kami sedang dilanda kekeringan dan kami sudah tidak mempunyai bahan makanan lagi. Apakah aku boleh meminta sedekah darimu? Lala Saya sih boleh boleh saja. Karena kita kan satu kelas. Tapi ibu saya dan ayah saya lagi di kantor. Saya izin dulu sama ibu dan ayah lewat telepon. Tunggu ya.. Lala pun masuk rumah. Namun dicegah langsung oleh Yusuf, sang kakak Lala. Yusuf Lalaa...! Usir mereka berdua. Jangan beri mereka makan. Usir saja mereka. Mereka itu orang miskin yang kumuh. Lala menunduk, lala ketakutan sama kakanya. Ternyata suara keras dari Yusuf terdengar juga oleh Nafi dan Zaid. Zaid dan Nafi pun sangat sedih. Lalu Lala menemui mereka berdua ke depan pintu. Lala Maaf Zaid. Kami tidak bisa memberi kamu makanan.. Silahkan pergi sebelum kaka saya marah lagi. Teks Drama Ketiga untuk Anak Usia TK Setelah mendapat perlakuan buruk dari teman kayanya. Akhirnya Zaid dan Nafi pergi. Namun perjuangan mereka tidak akan terbalas dengan kesia siaan. Qadarullah..Tiba tiba datang seorang kakek yang miskin. Kerjanya jualan sayur di gerobak reyot. Beliau pun menawarkan makanan kecilnya. Kake Nak, apakah kamu lapar? Silahkan makan makanan kakek hari ini. Nafi Kakek siapa? Lalu kalau dikasihkan kita, nanti Kakek makan apa? Kake Nama Kakek, Yasin. Dan kakek bisa tahan kalau tidak makan sehari. Kamu kan anak kecil. Beda sama kakek.. Nafi Alhamdulillah..Makasih banget kake sudah ngasih nasi bungkus. Oh ya, Kake' kenapa kok orang yang kaya malah sombong dan tidak mau berbagi sama yang lemah? Kake tersenyum Nak, itulah ujian orang yang kaya. Biasanya, kalau sudah kaya, dia lupa kalau yang memberi rezeki itu Allah. Sehingga tidak ada kasih sayang sama yang lemah. Zaid dan Nafi Terus kapan mereka yang lupa sama Allah akan mengingat Allah kembali? Kake Nanti, kalau rezeki mereka sudah ditarik sama Allah. Atau saat sudah di alam kubur. Zaid Nafi Astagfirullah.. Naudzubillah.. Ya Allah. Semoga nanti kalau kami kaya tidak lupa sama Allah dan suka mengasihi orang yang lemah. Kake Amiiin.. Anak soleh. Itulah sepenggal drama singkat untuk anak TK Islam. Pelajaran yang dapat diambil adalah rasa sayang kita terhadap teman yang kesusahan, sifat yang mau membantu dan karakter yang pemberani serta penuh perjuangan demi menolong teman. Semoga artikel ini bisa menjadi inspirasi untuk kalangan anak anak TK di sekolah.

TetapiTheresia tidak pernah menegur atau pun marah kepadanya. Theresia juga menawarkan diri untuk melayani suster tua yang selalu bersungut-sungut dan banyak kali mengeluh karena sakitnya. Theresia berusaha melayani dia seolah-olah ia melayani Yesus. Ia percaya bahwa jika kita mengasihi sesama, kita juga mengasihi Yesus.

I. Di hari-hari terakhir pelayanan fana-Nya, Yesus memberikan kepada para murid-Nya apa yang Dia sebut “perintah baru” Yohanes 1334. Diulangi tiga kali, perintah itu sederhana namun sulit “Saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” Yohanes 1512; lihat juga ayat 17. Ajaran untuk saling mengasihi telah menjadi ajaran sentral dari pelayanan Juruselamat. Perintah besar kedua adalah “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” Matius 2239. Yesus bahkan mengajarkan, “Kasihilah musuhmu” Matius 544. Tetapi perintah untuk mengasihi orang lain sebagaimana Dia telah mengasihi kawanan domba-Nya adalah bagi para murid-Nya—dan bagi kita—sebuah tantangan yang unik. “Sesungguhnya,” Presiden Thomas S. Monson mengajarkan kepada kita April lalu, “kasih adalah inti dari Injil, dan Yesus Kristus adalah Teladan kita. Kehidupan-Nya adalah pusaka kasih.”1 Mengapa begitu sulit untuk saling memiliki kasih seperti Kristus? Itu sulit karena kita harus hidup di antara mereka yang tidak memiliki kepercayaan dan nilai dan kewajiban perjanjian yang sama dengan kita. Dalam Doa Safaat-Nya yang agung, diucapkan sesaat sebelum Penyaliban-Nya, Yesus berdoa bagi para pengikut-Nya “Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia” Yohanes 1714. Kemudian, kepada Bapa Dia memohon, “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka daripada yang jahat” ayat 15. Kita harus hidup di dunia namun tidak menjadi dari dunia. Kita harus hidup di dunia karena, sebagaimana Yesus ajarkan dalam sebuah perumpamaan, kerajaan-Nya adalah “seperti ragi,” yang fungsinya adalah untuk menggembungkan seluruh adonan melalui pengaruhnya lihat Lukas 1321; Matius 1333; lihat juga1 Korintus 56–8. Para pengikut-Nya tidak dapat melakukan itu jika mereka bergaul hanya dengan mereka yang memiliki kepercayaan dan kebiasaan yang sama. Namun Juruselamat juga mengajarkan bahwa jika kita mengasihi Dia, kita akan menaati perintah-perintah-Nya lihat Yohanes 1415. II. Injil memiliki banyak ajaran mengenai menaati perintah sementara hidup di antara orang-orang yang berbeda kepercayaan dan kebiasaan. Ajaran mengenai perselisihan adalah penting. Ketika Kristus yang telah bangkit mendapati orang-orang Nefi berbantahan mengenai cara pembaptisan, Dia memberikan petunjuk yang jelas mengenai bagaimana tata cara ini hendaknya dilaksanakan. Kemudian Dia mengajarkan asas besar ini “Dan tidak akan ada perbantahan di antara kamu, seperti yang telah ada hingga kini; tidak juga akan ada perbantahan di antara kamu mengenai pokok-pokok ajaran-Ku, seperti yang telah ada hingga kini. Karena sesungguhnya, sesungguhnya Aku berfirman kepadamu, dia yang memiliki semangat perselisihan bukanlah dari-Ku, tetapi dari iblis, yang adalah bapa perselisihan, dan dia menghasut hati manusia untuk berselisih dengan amarah, satu sama lain. Lihatlah, ini … ajaran-Ku, bahwa hal-hal seperti itu hendaknya diakhiri” 3 Nefi 1128–30; penekanan ditambahkan. Juruselamat tidak membatasi peringatan-Nya mengenai perselisihan kepada mereka yang tidak menaati perintah tentang pembaptisan. Dia melarang perselisihan oleh siapa pun. Bahkan mereka yang menaati perintah semestinya tidak menghasut hati manusia untuk berselisih dengan amarah. “Bapa perselisihan” adalah iblis; Juruselamat adalah Pangeran Damai. Sejalan dengan itu, Alkitab mengajarkan bahwa “orang bijak meredakan amarah” Amsal 298. Para Rasul zaman dahulu mengajarkan bahwa kita hendaknya “mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera Roma 1419 dan “[berbicara tentang] kebenaran di dalam kasih” Efesus 415, “sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah” Yakobus 120. Dalam wahyu modern Tuhan memerintahkan bahwa kabar kesukaan tentang Injil yang dipulihkan hendaknya dimaklumkan “setiap orang kepada sesamanya, dalam kelunakan hati dan dalam kelembutan hati” A&P 3841, “dengan segenap kerendahan hati, … tidak mencaci maki para pencaci maki” A&P 1930. III. Bahkan sewaktu kita mengupayakan untuk menjadi lembut hati dan menghindari perselisihan, kita tidak boleh berkomproni atau melemahkan komitmen kita terhadap kebenaran-kebenaran yang kita pahami. Kita tidak boleh menyerahkan posisi-posisi kita atau nilai-nilai kita. Injil Yesus Kristus dan perjanjian-perjanjian yang telah kita buat tak pelak menempatkan kita sebagai pejuang dalam kontes kekal antara kebenaran dan kesalahan. Tidak ada tanah netral dalam kontes itu. Juruselamat memperlihatkan caranya ketika para lawan-Nya menghadapkan kepada-Nya perempuan yang telah “tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zina” Yohanes 84. Ketika merasa malu dengan kemunafikan mereka sendiri, para penuduh itu menarik diri dan meninggalkan Yesus sendirian dengan perempuan itu. Dia memperlakukan perempuan itu dengan kebaikan hati dengan menolak untuk menghukum dia pada waktu itu. Tetapi Dia juga dengan tegas mengarahkan dia untuk “jangan berbuat dosa lagi” Yohanes 811. Kebaikan hati yang penuh kasih diperlukan, namun pengikut Kristus—sama seperti sang Guru—akan teguh dalam kebenaran. IV. Seperti Juruselamat, para pengikut-Nya terkadang dihadapkan pada perilaku penuh dosa, dan dewasa ini mereka mempertahankan yang benar dan yang salah sebagaimana mereka memahaminya, kadang mereka disebut “fanatik.” Banyak nilai dan praktik duniawi menghadapkan tantangan-tantangan semacam itu kepada Orang Suci Zaman Akhir. Yang umum di antaranya dewasa ini adalah arus kuat yang mengesahkan pernikahan sesama jenis di banyak negara bagian dan di provinsi-provinsi di Amerika Serikat dan Kanada serta banyak negara lain di dunia. Kita juga hidup di antara sebagian orang yang tidak memercayai pernikahan sama sekali. Beberapa tidak percaya mengenai memiliki anak. Sebagian menentang pembatasan apa pun mengenai pornografi atau narkoba yang berbahaya. Contoh lain—familier bagi kebanyakan orang yang percaya—adalah tantangan berupa hidup dengan pasangan atau anggota keluarga yang nonanggota atau bergaul dengan rekan kerja yang tidak percaya. Di tempat-tempat yang didedikasikan, seperti bait suci, rumah peribadatan, dan rumah kita sendiri, kita hendaknya mengajarkan kebenaran dan perintah-perintah secara gamblang dan mendalam sebagaimana kita memahaminya dari rencana keselamatan yang diwahyukan dalam Injil yang dipulihkan. Hak kita untuk melakukannya dilindungi oleh jaminan undang-undang kebebasan berbicara dan beragama, seperti juga oleh privasi yang dihormati bahkan di negara-negara yang tidak memiliki jaminan undang-undang resmi. Di publik, apa yang orang beragama katakan dan lakukan melibatkan pertimbangan lain. Kebebasan menjalankan agama mencakup sebagian besar tindakan di depan umum, tetapi tunduk pada kualifikasi yang diperlukan untuk mengakomodasi kepercayaan dan kebiasaan orang lain. Hukum dapat melarang perilaku yang umumnya diakui sebagai salah atau tidak dapat diterima, seperti eksploitasi seksual, kekerasan, atau perilaku teroris, bahkan ketika dilakukan oleh para ekstremis atas nama agama. Perilaku yang tidak seserius itu, meskipun tidak dapat diterima untuk sebagian orang yang percaya, mungkin hanya perlu ditanggung saja jika disahkan oleh apa yang nabi Kitab Mormon sebut “suara rakyat” Mosia 2926. Mengenai tema ceramah di depan umum, kita semua hendaknya mengikuti ajaran-ajaran Injil untuk mengasihi sesama kita dan menghindari perselisihan. Para pengikut Kristus hendaknya menjadi teladan kesantunan. Kita hendaknya mengasihi semua orang, menjadi pendengar yang baik, dan memperlihatkan kepedulian terhadap kepercayaan tulus mereka. Meskipun kita mungkin tidak sepakat, kita hendaknya tidak bersikap tidak menyenangkan. Posisi dan komunikasi kita mengenai topik-topik yang kontroversial hendaknya tidak menimbulkan perdebatan. Kita hendaknya bijaksana dalam menjelaskan dan mengejar posisi kita dan dalam memberikan pengaruh kita. Dalam melakukannya, kita meminta agar orang lain tidak tersinggung oleh kepercayaan agama kita yang tulus dan pelaksanaan bebas dari agama kita. Kami mengimbau kita semua untuk mempraktikkan Peraturan Emas Juruselamat “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” Matius 712. Ketika posisi kita tidak diterima, kita hendaknya menerima hasil yang tidak berkenan dengan sopan, dan menunjukkan kesantunan terhadap musuh-musuh kita. Dalam peristiwa apa pun, kita hendaknya menjadi orang yang berniat baik terhadap semua, menolak penganiayaan bentuk apa pun, termasuk penganiayaan berdasarkan pada ras, etnis, kepercayaan atau ketidakpercayaan agama, dan perbedaan dalam orientasi seksual. V. Saya telah berbicara tentang asas-asas yang umum. Sekarang saya akan berbicara tentang bagaimana asas-asas itu hendaknya berlaku dalam berbagai keadaan familier di mana ajaran-ajaran Juruselamat hendaknya diikuti dengan lebih setia. Saya mulai dengan apa yang anak-anak kecil kita pelajari dalam kegiatan bermain mereka. Terlalu sering orang non-Mormon di Utah ini telah tersinggung dan dijauhi oleh beberapa anggota kita yang tidak mau memperkenankan anak-anak mereka berteman dengan anak-anak dari kepercayaan lain. Tentunya kita dapat mengajari anak-anak kita nilai-nilai dan standar-standar perilaku tanpa meminta mereka menjauhkan diri atau tidak memperlihatkan respek kepada siapa pun yang berbeda. Banyak guru di gereja dan sekolah merasa sedih mengenai cara beberapa remaja, termasuk remaja OSZA, memperlakukan satu sama lain. Perintah untuk saling mengasihi tentu saja mencakup kasih dan respek lintas agama dan juga lintas ras, budaya, dan ekonomi. Kami menantang semua remaja untuk menghindari perisakan, penghinaan, atau bahasa dan praktik yang dengan sengaja menyakiti orang lain. Semua ini melanggar perintah Juruselamat untuk saling mengasihi. Juruselamat mengajarkan bahwa perselisihan adalah alat dari si iblis. Itu tentunya mengajarkan menentang sebagian cara berbahasa dan praktik politik terkini. Hidup dengan perbedaan kebijakan adalah penting bagi politik, namun perbedaan politik tidak perlu melibatkan serangan pribadi yang meracuni proses pemerintahan dan menghukum partisipan. Kita semua hendaknya menghindari komunikasi penuh kebencian dan mempraktikkan kesantunan untuk perbedaan opini. Tatanan yang paling penting untuk menangkal perselisihan dan mempraktikan respek untuk perbedaan dalam rumah tangga dan dalam hubungan keluarga kita. Perbedaan adalah tak terelakkan—sebagian kecil dan sebagian besar. Mengenai perbedaan besar, misalkan seorang anggota keluarga menjalin hubungan hidup bersama. Itu mendatangkan dua nilai penting dalam konflik—kasih kita bagi anggota keluarga itu dan komitmen kita terhadap perintah. Dengan mengikuti teladan Juruselamat, kita dapat memperlihatkan kebaikan hati penuh kasih dan tetap teguh dalam kebenaran dengan tidak melakukan tindakan yang memfasilitasi atau tampaknya membenarkan yang kita tahu adalah salah. Saya menutup dengan contoh lain dari sebuah hubungan keluarga. Di sebuah konferensi pasak di Midwest sekitar 10 tahun lalu, saya bertemu seorang sister yang memberi tahu saya bahwa suaminya yang nonanggota telah menemaninya ke gereja selama 12 tahun namun tidak pernah bergabung dengan Gereja. Apa yang hendaknya dia lakukan? Dia bertanya. Saya menasihati dia untuk terus melakukan semua yang benar serta untuk bersikap sabar dan baik hati terhadap suaminya. Sekitar satu bulan kemudian dia menulis seperti ini “Saya pikir bahwa ke-12 tahun tersebut menunjukkan kesabaran yang baik, namun saya tidak tahu apakah saya bersikap sangat baik mengenai itu. Jadi, saya berlatih sangat keras selama lebih dari sebulan, dan dia dibaptiskan.” Kebaikan adalah luar biasa, terutama dalam tatanan keluarga. Suratnya berlanjut, “Saya bahkan berusaha untuk menjadi lebih baik hati sekarang karena kami tengah mengupayakan pemeteraian bait suci tahun ini!” Enam tahun kemudian dia menulis kepada saya surat lainnya “Suami saya [baru] dipanggil dan ditetapkan sebagai uskup [lingkungan kami].”2 VI. Dalam begitu banyak hubungan dan keadaan dalam kehidupan, kita harus hidup dengan perbedaan. Di mana penting, pihak kita terhadap perbedaan-perbedaan ini seharusnya tidak diingkari atau ditinggalkan, namun sebagai para pengikut Kristus kita hendaknya hidup dengan damai bersama orang lain yang tidak memiliki nilai yang sama dengan kita atau menerima ajaran-ajaran yang diatasnya itu dilandaskan. Rencana keselamatan Bapa, yang kita ketahui melalui wahyu kenabian, menempatkan kita dalam keadaan fana di mana kita harus menaati perintah-perintah-Nya. Itu mencakup mengasihi sesama kita dari budaya dan kepercayaan yang berbeda sebagaimana Dia telah mengasihi kita. Sebagaimana nabi Kitab Mormon ajarkan, kita harus maju terus, memiliki “kasih bagi Allah dan bagi semua orang” 2 Nefi 3120. Betapa pun sulitnya hidup dalam kekacauan di sekitar kita, perintah Juruselamat kita untuk saling mengasihi sebagaimana Dia mengasihi kita mungkin merupakan tantangan terbesar kita. Saya berdoa semoga kita dapat memahami ini dan berupaya untuk menjalankannya dalam semua hubungan dan kegiatan kita, dalam nama Yesus Kristus, amin.
Inilahnaskah drama untuk natal tema mengasihi sesama dan ulasan lain mengenai hal-hal yang masih ada kaitannya dengan naskah drama untuk natal tema mengasihi sesama yang Anda cari. Berikut ini tersedia beberapa artikel yang menjelaskan secara lengkap tentang naskah drama untuk natal tema mengasihi sesama .
SEORANG PENGGUNA TELAH BERTANYA 👇 Naskah drama pendek bertema toleransi antar agama untuk 4 orang INI JAWABAN TERBAIK 👇 Drama adalah tindakan meniru perilaku sehari-hari. Menurut KBBI, drama adalah karangan prosa yang membentuk lambang kehidupan sehari-hari melalui tingkah laku dan ekspresi. Drama memiliki unsur tema, alur, latar, tokoh dan penokohan, sudut pandang, dan amanat. Diskusi Elemen dramatis Tema teks Tema adalah intisari drama sebagai gambaran keseluruhan cerita. Subjek ditulis secara implisit atau tidak langsung dalam drama. Subjek termasuk dalam isi umum drama. Pesan teks Amanat merupakan pesan yang berupa keinginan pengarang untuk dilaksanakan oleh pembaca. Pesannya bisa tersurat atau langsung, dan ada pula yang tersirat atau tidak langsung. Grafis Alur adalah alur cerita sebagai penghubung antara sebab dan akibat dari suatu peristiwa. Ini adalah tahap awal penyajian karakter dan ciri-cirinya. b Konflik masalah awal Konflik merupakan tahap awal munculnya masalah antar tokoh. c Klimaks Klimaks dari masalah Klimaks adalah puncak dari suatu konflik/masalah. d Antiklimaks awal dari penyelesaian Antiklimaks adalah penyelesaian konflik pertama yang terjadi dalam sebuah drama atau cerita. e Solusi Penyelesaian adalah tahap akhir, berupa kebahagiaan atau kesedihan dalam drama. Karakterisasi Tokoh-tokohnya adalah aktor dalam sebuah drama. sebuah. Berdasarkan partisipasi karakter Central Main Character – Ini adalah karakter utama yang menjadi inti dari drama. Karakter bawahan Mereka adalah karakter dengan sedikit pengaruh, tetapi yang terlibat dalam pengembangan plot. Tokoh latar penolong Ini adalah tokoh yang tidak membantu perkembangan plot, hanya sebagai pelengkap cerita dalam drama. B. Berdasarkan Karakter Karakter Antagonis karakter yang baik Protagonis karakter jahat Dialog Bagian dialog terdiri dari orientasi awal masalah, komplikasi puncak masalah, dan resolusi pemecahan masalah. a Orientasi Orientasi adalah pengenalan awal terhadap suatu konflik atau masalah yang terjadi. b Komplikasi Komplikasi adalah puncak dari sebuah konflik. c Resolusi Resolusi merupakan penutup cerita berupa resolusi konflik dalam drama. Bawah Latar adalah tulisan berupa tempat, waktu, atau suasana dalam drama. Setting tempat tempat terjadinya suatu peristiwa dalam drama. Setting waktu Ini adalah momen ketika suatu peristiwa terjadi dalam drama. Suasana Setting Apakah suasana yang terjadi dalam drama? Contoh drama toleransi Suatu hari selama bulan puasa di sekolah, ada 3 anak mengobrol tentang liburan yang akan datang. Tania “Halo teman-teman, Anda mengatakan bahwa ketika kami di Idul Fitri kami memiliki hari libur, kan?” Sari “Iya Tan, memang benar sekolah kita akan diliburkan, karena nanti umat Islam mau lebaran.” Tania Oh begitu ya, nanti kalau kita liburan, kita akan mengajak Yuni bermain kemah di rumahku! ” Kemudian, mereka bertemu Yuni. Sari “Halo Yun! Bisakah kamu ikut dengan kami ke kamp liburan nanti?” Yuni “Wah, idemu bagus, sebenarnya seru sekali. Tapi aku tidak bisa datang karena harus ikut lebaran.” Tania “Hah? Emangnya nggak bisa ya kalau bukan lebaran kali ini?” Yuni “Saya tidak bisa mendapatkan cokelat, saya harus ikut Idul Fitri. Lagi pula, ini setahun sekali.” Sari “Idul Fitri itu apa, Yun?” Yuni “Idul Fitri adalah perayaan anugerah besar Islam, untuk itu kami mengucapkan terima kasih dengan berdoa Idul Fitri dan tetap berhubungan, karena kami telah berhasil berpuasa selama 30 hari.” Tania “Oke Yun, aku malas, aku temanmu!” Bel sekolah berbunyi dan mereka kembali ke rumah masing-masing. Tania mengetuk pintu “Mah, tolong buka, ini aku.” Ibu Tania “Ya nak, tunggu sebentar.” Tania masuk dan menurunkan sepatunya dengan ekspresi muram. Ibu Tania “Kenapa kamu mau? Kenapa kamu begitu sedih?” Tania “Iya bu, Yuni nggak mau main sama saya pas lebaran. Bisa nggak kalau dia nggak lebaran?” Ibu Tania “Oh, itu benar, itu wajar, Tan. Pikirkan dulu, misalnya, ini Natal, lalu mereka menyuruhmu bermain dan kamu tidak bisa pergi ke Natal bersama teman-temanmu. Kamu mau?” Tania “Aku tidak mau!” Bu Tania “Nah, itu artinya sama dengan Yuni. Dia ingin merayakan pestanya juga, jadi kamu harus menghormatinya, Nak. Ini yang disebut toleransi.” Tania “Ya, maaf, oke?” Keesokan paginya di sekolah, Tania menghampiri Yuni. Tania “Yun, maafkan aku, kemarin aku memaksamu. Aku baru tahu apa itu toleransi.” Yuni “Iya Tan, tidak apa-apa, maaf aku tidak bisa pergi, nanti kalau aku sudah selesai lebaran, aku akan pergi ke perkemahan.” Tania “Wow, terima kasih banyak Yun, aku menunggumu!” Belajarlah lagi Peran dialog dalam drama Aturan menulis langkah-langkah drama Detail tanggapan Maple Indonesia Kelas VIII Bab 1 Materi Drama Kehidupan Kode kategorisasi Kata kunci Drama, Kegiatan ️ OptiTeamCompetition
Temuanmengenai struktur cerita dalam naskah drama Mega-mega karya Arifin C. Noer diuraikan sebagai berikut. Alur dan Pengaluran; Naskah drama Mega-mega karya Arifin C Noer memiliki tiga bagian. Bagian pertama berjudul Di Bawah Mega, sesama manusia sudah sepatutnya saling mengasihi dan menasihati. Layaknya tokoh Mae yang senantiasa
Memperingati hari kematian dan Kebangkitan Yesus sebentar lagi akan kita rayakan, persiapan untuk membuat sebuah Drama Paskahpun sudah di mulai sejak bulan ini. Perayaan Paskah merupakan perayaan yang tidak jauh berbeda dengan perayaan Natal tetapi Perayaan Paskah banyak sekali dilakukan di tempat tempat terbuka seperti di Taman, di tempat Wisata, di Pantai yang biasa kita sebut dengan Ibadah Padang. Naskah Drama ini saya ambil dari sebuah blog yang saya temukan di google. seperti pada Judulnya "Saling mengasihilah kamu, sehingga dunia mengenalmu sebagai murid-muridKU" Yohanes 13. Buat sahabat yang inggin mengambil naskah Cerita ini silahkan di ambil tetapi diharapkan dibaca ulang atau di teliti supaya tidak terjadi kesalahan pengucapan dalam kata kata Dramanya. SAD ROMANCE VIOLIN - Instrument Narator Pak Andarias Bergulirnya waktu menyambut hari raya Paskah semakin dekat. Yesus dan kedua belas murid yang sangat dikasihiNYA bersama-sama dalam suatu perjamuan malam, sementara itu Yesus telah tahu, bahwa saatNya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada BapaNYA. Hati Yesus diliputi keharuan yang mendalam karena kasihNya yang begitu besar kepada murid-muridNYA. Yesus Pak Ari Dwi Atmaja “AKU sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum AKU menderita karena AKU tidak akan memakannya lagi hingga kegenapan di dalam Kerajaan Allah.” Narator Pak Andarias Segala sesuatu telah diserahkan kepada Yesus, dan Yesus menggunakannya untuk menggenapi misi dari Allah. Yesus datang karena DIA mengasihi dunia yang berdosa dan IA ingin memberikan keselamatan kepada orang-orang yang percaya kepadaNYA. Ia memilih murid-muridNYA untuk melayani bersama-sama denganNYA. Kasih Yesus kepada murid-muridNYA tidak berkesudahan. IA terus menerus mengasihi mereka meskipun DIA tidak ada lagi bersama-sama dengan mereka. Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi Para murid dalam posisi duduk, bercakap-cakap satu sama lain dan makan jamuan malam buah-buahan Kemudian Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Murid yg pertama dan kedua menurut untuk dibasuh kakinya meskipun mereka tampak bingung dan ketika sampai giliran Petrus. AVE MARIA – Instrument Petrus Pak Yulianus Baso ”Apa yang KAU lakukan Tuhan, masa Engkau hendak membasuh kakiku?" Yesus Pak Ari Dwi Atmaja "Petrus.. Apa yang AKU perbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi suatu saat engkau akan mengerti." Petrus Pak Yulianus Baso "Tidak ! Engkau tidak boleh membasuh kakiku sampai kapanpun." Yesus Pak Ari Dwi Atmaja "Jika AKU tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam AKU." Petrus Pak Yulianus Baso "Baiklah jika memang harus begitu, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!" Yesus Pak Ari Dwi Atmaja "Petrus orang yang telah mandi, ia tidak usah membasuh dirinya lagi cukup bersihkan kakinya saja, Kalian memang telah bersih tetapi tidak semuanya.” Yesus melanjutkan tindakanNYA dan sesudah selesai, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya SAD INSTRUMENT CELLO MUSIK – Instrument Narator Pak Andarias Pernyataan kasih Yesus yang begitu besar, ditunjukkanNYA dengan membasuh kaki murid-muridNYA. DIA tanggalkan jubah ke-Allahan dan mengambil tempat terendah untuk melayani manusia yang berdosa. Yesus telah memilih apa yang tidak dipilih oleh banyak orang. Dengan membasuh kaki murid-muridNYA, DIA menunjukkan keagungan nilai yang hakiki bahwa hidup dimaknai bukan dari sekedar melayani dan merendahkan diri, namun juga pada penyucian hati atas dosa, atas kekotoran, atas kebencian yang hanya dapat dilakukan oleh kasih Yesus sendiri melalui darahNYA yang mengalir di kalvari. Yesus Pak Ari Dwi Atmaja "Mengertikah kamu apa yang telah KU perbuat padamu? Kamu menyebut AKU Guru dan Tuhan dan memang AKU Guru dan Tuhan. Aku telah membasuh kakimu maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu, AKU memberimu teladan supaya kamu berbuat seperti apa yang telah KU lakukan. AKU tahu siapa yang telah KU pilih namun firman ini tetap harus digenapi orang yang makan rotiKU, telah mengangkat tumitnya terhadap AKU, seorang di antara kamu akan menyerahkan AKU.” Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya Matius Pak Yakob Sonda “bukan aku khan, Tuhan ? Petrus Pak Yulianus Baso “Tanyalah siapa yang dimaksudkan-NYA!" Yohanes Pak Yusuf Sebo “Tuhan, siapakah yang KAU maksud itu?” Yesus Pak Ari Dwi Atmaja “Dialah orang yang akan KU berikan roti setelah AKU mencelupkannya.” Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot Yudas Pak Ruben “Bukan aku, ya Rabbi? Yesus Pak Ari Dwi Atmaja “Engkau telah mengatakannya, Apa yang akan kau perbuat perbuatlah dengan segera.” Yudas menerima roti itu lalu segera pergi MERPATI – – BACK GROUND BURUNG MERPATI Instrument Yesus Pak Ari Dwi Atmaja “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.” Anak-anakKU tinggal sesaat lagi AKU ada di antara kamu, Sekarang AKU memberikan perintah baru bagimu hiduplah dengan saling mengasihi! Yesus menyanyikan lagu, PERINTAH BARU – NEW COMMANDEMENT Perintah baru KU beri padamu, Agar di antara kamu saling mengasihi Sama seperti AKU mengasihimu, Sehingga orang akan tahu engkau muridKU, Jikalau saling mengasihi Sehingga orang akan tahu engkau muridKU, Jikalau saling mengasihi INSTRUMENT KITARO SERENIDADE HD – PROSESI NINGGALIN PANGGUNG Instrument BACKGROUND PANGGUNG PROSESI PENYALIBAN YESUS OOSHIMA MICHIRU – Instrument Narator Wanita Yesus memberikan perintah yang "baru" pada saat malam terakhir dari masa hidupNya sebagai manusia di bumi ini. Melalui ajaran dan teladanNya, Ia telah menunjukkan kepada murid-muridNya bahwa tindakan melakukan perintah-perintahNya itu, tidak lain adalah tindakan kasih. “Kasih yang diamanatkanNYA bagi kita begitu agung..mulia..dan sempurna.. namun dosa telah merusak citra kasih itu dan meninggalkan banyak luka dan kekecewaaan di sekitar kita.. Manusia mencintai dirinya sendiri dan tidak lagi mempedulikan sesamanya..uang menjadi ukuran segala-galanya. Mereka membual, menyombongkan diri, memfitnah, memberontak kepada orang tua dan tidak tahu berterima kasih. Mereka memandang rendah perintah agama yang mengajarkan kebenaran dan kebaikan. Kasih menjadi dingin..bahkan manusia tidak tahu lagi bagaimana mengasihi..mereka tidak mau berdamai..mencela kekurangan sesamanya..bersikap kasar..dan berbuat kejahatan semata-mata.. Betapa sedih hati Tuhan melihat dunia. Tidak seorangpun melakukan kebenaran di hadapanNya. Namun karena kasihNya, Dia relakan Anak TunggalNya untuk menebus manusia menjadi umat kesayanganNya..yang berharga di mataNya.. PENAYANGAN VIDEO/GAMBAR TTG KEKERASAN, KONFLIK, DLL BACKGROUND PERFORMANCE KAUM MUDA KITARO BEST OF THE BEST – Instrument DIALOG PENUTUP personil di antara 12 murid Yesus Thomas Saudara-saudaraku yang terkasih, kebencian hanya akan membuahkan kejahatan dan kehancuran semata-mata. Filipus Perpecahan dan perang saudara tidak akan pernah mendatangkan kebaikan Yakobus Alfeus Hanya kasih yang kita butuhkan, Hanya kasih yang mendatangkan kedamaian Bartolomeus Allah sebagai sumber kasih telah membuktikan kasihNYA kepada dunia Andreas Dia berikan Anak Tunggal yang sangat dikasihiNYA. Tadeus Yesus Kristus disalibkan bagi kita karena kasihNYA Simon Zelot dan kasih itulah yang diberikanNYA kepada kita supaya kita bagikan kepada sesama di sekitar kita. Yakobus Zebedeus Hanya dengan mewujudkan kasih itu..maka dunia akan mengenal kita sebagai murid-muridNYA. SOLO “Let there be peace on earth – damai di dunia” Pujian Seluruh Pelayan SATUKAN KAMI YA TUHANKU HALELUYA Duet LET THERE BE PEACE ON EARTH Let there be peace on earth And let it begin with me Let there be peace on earth The peace that was meant to be With God as our father Brothers all are we Let me walk with my brother In perfect harmony Let peace begin with me Let this be the moment now With every step I take Let this be my solemn vow To take each moment And live each moment With peace eternally Let there be peace on earth And let it begin with me Drama Paskah Sekolah Minggu, Drama Paskah Pemuda, Drama Paskah terbaru, Drama Paskah terbaik, Drama Paskah 2017, Drama Paskah 2016, Drama Paskah 2018, Drama Paskah 2019, Drama Paskah 2020.
Katasifat yang dapat digunakan dalam naskah drama untuk menggambarkan sifat tokoh adalah ramai . dermawan . sejuk . Dermawan adalah sifat seseorang yang suka mengasihi sesama. Jadi, jawaban yang tepat adalah B. 1rb+ 0.0 Tentang Kami; Kontak Kami; Press Kit; Bantuan; Karir; Fitur Roboguru. Topik Roboguru. Hubungi Kami.
TEMA SIKAP TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMALATAR WAKTU SIANG HARI TEMPAT TERMINAL BUS SUASANA RAME NANDO SIMBOLON orang batak ALYSTA SURTI orang jawa ALVIRA MINAH tantenya SURTI ALAN PAK GURU omnya simbolon Di sebuah terminal bus , ada seorang wanita kampungan dan norak , ia sudah pasti berasal dari desa . Wanita tersebut membawa secarik surat berisikan alamat . Dia pun mulai kehausan karena cuacanya yang “ Aduuhh…. Malang kuwi ternyata panas pisan to…?, aq ngelak ki piye…. ?” sambil Bingung mencari penjual minuman dingin Lalu surti bertemu dengan simbolon surti pun ragu untuk bertanya , tapi surti segera memberanikan diri untuk bertanyaSurti “ Nyuwun sewu mas….. , ten mriki tumbas ngunjuk ten pundi enggeh ?”Simbolon dengan wajah bingung dan menggaruk-garuk kepala “Ngomong apa saja kau ini ?, Aku tak tau…. “Surti “ Masnya ki ngomong opo to ? aku ra mudeng”Simbolon “ tambah bingung kao gila , mimpi apa aku semalam bertemu dengan kao .”Surti “ Wes to mas , aq ki ngelak , aq kate tumbas ngunjukan , lek bade tumbas ten pundi ?Simbolon “emmm setau ku nganjuk itu ada di jawa…. , ohhhh kao dari nganjuk ??Surti “Haa.. ? kulo bade tumbas seng cidek* mawon , masa’ tumbas ngunjuk ing nganjuk to mas….. ? Lalu datanglah minah , dan menepuk bahu surti dari belakangMinah “ Surti ???”Surti Bulek minahh ………. ???”Minah “Injeh aq bulekmu , aq Minah …. mereka lalu berpelukanSimbolon “melihat dengan bingung dan garuk* kepala “Oo bundoo… anakmu ini salah apa dengan kao hingga aku bertemu dengan orang seperti ini bundoo..”Minah “ Kowe karo sopo nduk….. ?”Surti “ Kula piyambak…. .”Minah “Oalah , trus bocah iku sopo nduk ?”Surti “La nggeh niku , iku ngomong opo kula mboten ngertos , kula bingung .”Simbolon “Kau ngomong apa tentang aku…. , aku ini simbolon, bukan niku….. ,niku itu nama kerbau ku… Lalu datang Nicholas dengan terburu*Simbolon “ Hei kau , kau Nicholas kan ?”Nicholas “Emm rupanya kau Simbolon…. ,Simbolon “ya aq simbolon , aq yang selalu kau buat nangis saat di danau itu….”Nicholas “Simbolon …” Nicholas pun salaman dengan simbolon , emm tuynggu , ini siapa kao bawa siapa ini , Bundo mu tak seperti ini …”Simbolon “Ngawur saja kao , sapa pula yang punya bundo seperti ini ?”Nicholas “ terus ini siapa ?”Simbolon “ Aq tak tau ini orang aneh .”Nicholas “ Tunggu ini , sepertinya orang jawa .”Simbolon “ Memang kao bisa bahasa jawa , orang ini saja tidak bisa bahasa Indonesia .Nicholas “ Biar aku coba , Nyuwun sewu… niki sinten nggeh ..”Surti “ Oo Nggeh , Kula Surti , Niki bulek kulo Minah …”Nicholas “ Oo… niki simbolon , kula Nicholas , kowe ra iso bahasa indonesia to … ?Surti “ Kulo bahasa Indonesia niku saged tapi kulo bingung omongane siimm…boo..lon…nah niku “Nicholas “ Oo ngoten nggeh ..”Surti “ Nggeh “Nicholas Kenopo kowe ora ngomong nggawe bahasa Indonesia wae , niki kan kota , dadi ora ono seng ngerti bahsamu kuwi mengko .. “Surti “ Oo nggeh…Nicholas “ Coba kenalkan namamu kepada simbolon . “Surti “ Perkenalkan nama sa.. ya Surti, emmmm name mu sinten …. ? ehh maaf salah namamu siapa ?”Simbolon “ namaku simbolon , aq org batak “Minah Kowe biusa bahasa Indonesia to nduk.. ?SSurti “ Bisa dikit* bulek…”Minah “ Bagus , dengan kejadian ini kita bisa mengeti bahwa Indonesia tuh beragam budaya , bahasa suku dan agama jadi kita harus saling menghormatiNicholas Ya benar berarti kita harus bangga dengan Indonesia , Karena Indonesia memiliki keragaman suku , agama, bahasa & budaya yang berbeda mulai dari sabang hingga merauke.” Allanmenyambut anak-anak, mengulang ayat minggu lalu, dan memanggil "teman-temannya" untuk keluar. Semua boneka mengatakan "Halo!" "Hai semuanya!" "Apa kabar kalian semua?" Boneka-boneka mengucapkan "selamat tinggal" dan menghilang. (t/Jing-Jing) Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin Published in e-BinaAnak, 24 Mei 2017, Volume 2017, No. 755 12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. 13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. 14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. 15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. 16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. 17 Inilah perintah-Ku kepadamu Kasihilah seorang akan yang lain.” Yoh. 1512-17 Pendahuluan Semakin Hari, Semakin Sulit Seseorang Mengasihi Sesamanya Pada Natal tahun ini, PGI-KWI mengambil tema dari Yoh. 1514-15 “Hiduplah Sebagai Sahabat bagi Semua Orang.” Apakah artinya menjadi “sahabat”? Kalau kita memperhatikan, ayat tersebut terletak di bagian yang diapit oleh perintah Tuhan Yesus pada ayat 12 dan ayat 17, yaitu “Hendaklah kalian saling mengasihi.” Secara singkat, menjadi sahabat bagi semua orang berarti mengasihi semua orang. Lalu, apakah mengasihi adalah hal yang mudah atau sulit? Pada waktu menjelaskan tentang keadaan manusia pada akhir zaman, Tuhan Yesus berfirman “Kejahatan akan menjalar sebegitu hebat sampai banyak orang tidak dapat lagi mengasihi” Mat. 2412 BIMK. Salah satu keadaan menjelang akhir zaman adalah, dengan bertambahnya dosa, manusia akan semakin sulit untuk mengasihi sesamanya. sumber gambar Perhatikan saja keadaan dunia sekarang ini. Semakin banyak keluarga yang broken home. Akibatnya, setelah dewasa, anak-anaknya akan sulit untuk mengasihi pasangannya dengan benar karena mereka tidak mendapatkan teladan dalam keluarganya. Kejahatan semakin marak, sehingga orang sering curiga dulu ketika akan berbuat baik. Persaingan usaha semakin sengit, sehingga orang malah senang melihat usaha saingannya tutup. Bahkan, demi keamanan diri, wajar terdengar nasihat yang bernuansa negatif, seperti “Jangan terlalu baik sama orang, nanti dimanfaatkan….” atau “Jangan bicara dengan orang yang tidak dikenal, ya, Nak…. Sekarang banyak penculikan.” Fenomena-fenomena tersebut menunjukkan bahwa mengasihi sesama semakin sulit untuk dilakukan oleh orang-orang masa kini. Kasih Merupakan Karakter yang Tidak Bisa Dilepaskan dari Orang Kristen Kalau demikian, apakah ada kondisi di mana kita sebagai orang Kristen boleh berhenti mengasihi? Dalam ayat 14 Tuhan Yesus berkata “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.” Perintahnya apa? Mengasihi satu sama lain. Jadi, di sini Tuhan Yesus menyatakan bahwa kasih adalah karakteristik yang harus ada dalam diri orang Kristen. Tidak boleh berhenti. Harus dilakukan pada semua orang dan pada setiap keadaan. Lalu bagaimana ketika kita berhadapan dengan orang ataupun keadaan di mana kita sangat sulit untuk mengasihi? Kasih Kristen Tidak Bisa Dilepaskan dari Allah Satu hal yang perlu kita pahami dalam mengasihi sesama adalah konteks kita sebagai orang Kristen. Dalam 1Yoh 48 tertulis “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” Jadi, menurut Alkitab, kasih bukanlah konsep buatan manusia. Tetapi, kasih bersumber dari Allah, karena diri-Nya sendiri adalah kasih. Akibatnya, standar mengasihi secara alkitabiah juga bukan berdasarkan standar manusia, tetapi standar Allah. Sebagaimana Allah Bapa mengasihi Tuhan Yesus, begitulah Tuhan Yesus mengasihi kita. Dan sebagaimana Tuhan Yesus mengasihi kita, demikianlah kita harus mengasihi sesama kita. Inilah pemahaman yang harus kita miliki dulu sebelum mengasihi sesama. sumber gambar Kalau kita mencermati, perikop ini diawali dengan ajaran Tuhan Yesus sebagai pokok anggur dan kita adalah ranting-ranting-Nya Yoh. 151-8. Tanpa melekat pada pokok, ranting pasti akan mati. Tetapi ketika melekat pada pokok yang subur, maka ranting itu akan menerima nutrisi yang membuatnya bisa bertumbuh dan berbuah. Demikian pula ketika kita diminta untuk saling berbagi kasih, maka kita juga harus memahami bahwa untuk melakukannya, kita harus mendapatkannya dari Sumbernya terlebih dulu, yaitu Kristus. Barulah setelah itu, kita akan mampu mengasihi sesama, siapapun itu dan dalam keadaan bagaimanapun. Pengorbanan Kristus Memampukan Kita untuk Saling Mengasihi Saya teringat waktu masa sekolah dulu, ada pertandingan antargereja di kota kelahiran saya. Salah satu pesertanya adalah gereja yang jemaatnya terkenal dari kalangan elit. Seorang teman berkata, “Semua nomor bisa kita menangkan, hanya satu yang tidak bisa, yaitu catur. Karena otak kita kalah dengan mereka.” Sebagai wakil gereja di nomor catur, saya merasa tertantang. Saya akan membuktikan kepada teman-teman saya bahwa kami pun bisa lebih unggul dibanding mereka. Permainan demi permainan saya menangkan. Di babak final, saya melawan wakil dari gereja tersebut dan berhasil mengalahkannya. Kemenangan tersebut memang membuat saya sedikit bangga. Namun ada satu hal yang mengusik hati saya sampai sekarang. Ketika mencapai babak semifinal, saya berhadapan dengan kakak pembina rohani di gereja saya. Sebelum-sebelumnya, setiap kali melawan dia, saya selalu kalah. Jadi ketika tahu saya berhadapan dengan dia di semifinal, saya pun berpikir, saya pasti kalah. sumber gambar Tetapi apa yang terjadi? Pada langkah tertentu, kakak pembina rohani tersebut mengorbankan rajanya, padahal permainan masih jauh. Dia tahu, lawan terberat saya di turnamen tersebut adalah dirinya. Jadi dia rela mengorbankan diri supaya saya bisa menjuarai turnamen tersebut! Dari sosok kakak pembina rohani tersebut, saya belajar tentang mengasihi seperti Tuhan Yesus. Selama saya mengenal dia, sejak di gereja asal saya hingga menjadi ketua Persekutuan Mahasiswa Kristen, saya melihat bahwa dia selalu berkorban untuk orang lain. Dia selalu memberi jalan supaya orang lain bertumbuh dan menikmati kenyamanan, walaupun untuk itu dia harus berkorban, seperti pada turnamen catur tersebut. Orientasi hidupnya adalah orang lain, bukan diri sendiri. Inilah orientasi hidup yang Tuhan Yesus inginkan dalam diri kita. Perintah Tuhan Selalu Didahului oleh Anugerah Bukankah ini juga yang dilakukan Tuhan Yesus kepada kita? Tuhan Yesus tahu, kuasa dosa begitu mencengkeram manusia. Tidak mungkin manusia bisa melawan natur dosa yang ada dalam dirinya. Jika demikian, sampai kapanpun manusia tidak akan mampu melakukan perintah-perintah-Nya, termasuk dalam hal mengasihi. Maka dari itu, Tuhan Yesus rela meninggalkan kenyamanan surga, dilahirkan dari rahim seorang manusia, untuk menjalankan misi penebusan. Hanya dengan cara itulah, kuasa dosa dalam diri orang-orang yang percaya kepada-Nya dikalahkan. Seperti kakak pembina saya yang rela mengorbankan diri sehingga saya bisa memenangi turnamen itu, Tuhan Yesus juga mengorbankan diri-Nya supaya kita bisa menang melawan dosa. Termasuk, dosa dalam berhenti mengasihi. Dosa dalam berpikir bahwa ada orang-orang tertentu yang tidak perlu kita kasihi. Dosa dalam berpikir bahwa ada keadaan-keadaan tertentu ketika kita boleh tidak mengasihi. Jika kita perhatikan, perintah-perintah di dalam Alkitab standarnya lebih berat dibanding standar dunia. Misalnya, kita tidak hanya diperintahkan untuk mengasihi, namun juga mengasihi orang yang memusuhi kita. Tuhan Yesus berfirman “Kamu telah mendengar firman Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” Mat. 543-44. Berat sekali, bukan? Tetapi ingatlah, perintah-perintah di dalam Alkitab selalu disertai dengan anugerah Tuhan sehingga kita mampu menjalankannya. Buktinya, pada waktu Musa menerima sepuluh perintah Allah, Tuhan mengawalinya dengan kata-kata “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan” Kel. 202. Inilah anugerah! Kemudian, pada saat Tuhan Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk saling mengasihi dalam perikop ini, Dia berfirman “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” ay. 12. Dia terlebih dulu mengasihi kita, barulah kita diminta mengasihi sesama. Semuanya itu menunjukkan bahwa Tuhan tidak mungkin memberikan perintah yang tidak sanggup kita lakukan. Seperti dalam kasus kakak pembina rohani saya tadi, yang percaya bahwa hanya dengan mengorbankan dirinya, saya bisa memenangi turnamen tersebut, Tuhan Yesus juga tahu, Dia harus mengorbankan diri dulu untuk mengalahkan kuasa dosa, sehingga para pengikut-Nya baru bisa melakukan perintah-perintah-Nya. Jadi, apakah perintah untuk mengasihi di dalam Alkitab adalah sulit? Benar, bahkan sangat sulit. Tetapi bagi kita yang telah menerima kasih Tuhan yang besar, perintah ini tidak sulit. Halangan terbesar untuk mengasihi sudah Tuhan kalahkan, yaitu kuasa dosa. Dan kuasa terbesar untuk mengasihi telah Tuhan berikan, yaitu kuasa Roh Kudus. Jangan Mengandalkan Diri dalam Mengasihi Sesama Dengan demikian, untuk mengasihi sesama, jangan lagi kita mengandalkan diri kita sendiri. Maksudnya bagaimana? Sering kali kita melihat kekurangan-kekurangan yang ada dalam hidup kita ataupun keburukan-keburukan yang ada dalam diri orang lain sebagai alasan untuk tidak mengasihi. “Bagaimana mungkin mengasihi, kalau pasangan saya masih seperti itu?” “Bagaimana bisa mencintai gereja, kalau isinya orang-orang seperti Si Anu, yang omongannya selalu menyakitkan hati?” “Bagaimana mungkin memerhatikan orang, sementara keadaan ekonomi keluarga kami sendiri masih morat-marit?” Di antara pembaca blog ini mungkin ada yang saldo ATM-nya tidak akan habis untuk dinikmati seumur hidup, tetapi mungkin ada juga yang tidak tahu bulan depan bagaimana menghidupi keluarganya. Ada juga yang keluarganya sangat harmonis, tetapi mungkin ada yang sangat merasakan kepahitan dengan orang sesama anggota keluarganya. Ada yang nyaman dengan kehidupan bergereja, tetapi mungkin ada juga yang sedang merasa sakit hati karena perlakuan sesama warga gereja. Tetapi, dalam keadaan-keadaan yang berbeda seperti itu, apakah kasih Kristus yang kita terima juga berbeda? Tidak. Tuhan Yesus telah memberikan hal yang paling puncak untuk Dia berikan, yaitu nyawa-Nya sendiri, demi menebus seluruh dosa kita. Semua orang yang percaya kepada-Nya mendapatkannya secara penuh! Jadi, kasih Tuhan yang kita terima sebenarnya sama saja. Maka dari itu, jika kita mengasihi sesama dengan berfokus pada kekurangan yang dialami oleh diri kita, atau berfokus pada keburukan orang lain, maka pasti suatu saat kita tidak akan sanggup mengasihi sesama. Terlalu berat. Tetapi kalau kita berfokus pada kasih Tuhan Yesus, yang tadinya terasa berat itu bisa tiba-tiba enteng. Saya memakai analogi demikian. Suatu saat, kita kehilangan sepeda motor kita di tempat kerja. Jika itu adalah kendaraan kita satu-satunya, masih nyicil, dan gaji kita pas-pasan, tentu ini adalah peristiwa yang sangat berat. Waktu pulang kerja, anak-anak mengajak main. Biasanya kita senang sekali melakukannya. Tetapi dengan peristiwa kehilangan tersebut, apakah kita masih mempunyai energi untuk mengasihi anak-anak kita? Mungkin saja tidak. Tetapi seandainya dalam perjalanan pulang, pikiran masih pusing, tiba-tiba kita menerima telepon dari seorang saudara. Dia mengatakan, akan mentransfer uang 100 juta sebagai hadiah Natal, karena dia baru mendapat proyek besar. Apa yang kita pikirkan? Semua kesedihan akibat kehilangan motor langsung hilang. Ketika tiba di rumah, walaupun baru kehilangan sepeda motor, tetapi bayangan akan uang 100 juta tersebut menghapus segala kesedihan kita. Kitapun dengan senang hati akan menerima ajakan bermain dari anak-anak kita. Lihat, demikianlah jika kita berfokus pada kasih Tuhan. Walaupun keadaan dunia sekitar seharusnya membuat kita sulit untuk mengasihi sesama, namun sukacita akan kasih Tuhan tersebut membuat kita mampu berbagi kasih kepada sesama. Jika hanya fokus pada sukacita dan kasih yang kita miliki secara manusiawi, pasti sangat terbatas. Namun jika berfokus pada sukacita dan kasih Tuhan, maka kita akan mendapatkan energi yang tidak terbatas untuk mengasihi orang lain. Penutup Jadi sebenarnya kita sulit mengasihi bukan karena kondisi kita yang berkekurangan, tetapi karena kehilangan fokus pada kasih Tuhan. Oleh sebab itu, ketika sulit mengasihi, marilah kita ingat kepada Pokok Anggur, yaitu Tuhan Yesus. Ketika sakit hati, marah, tertekan, sehingga kita sangat sulit mengasihi, tenangkan diri. Baca Alkitab. Berdoa. Jika kita menjadikannya sebagai kebiasaan, mustahil tidak ada nutrisi rohani yang kita dapatkan. Firman Tuhan dan Roh Kudus akan membuat kita mengenal kasih Kristus semakin dalam. Dan kalau kita sungguh-sungguh mengenal kasih Kristus, maka keadaan dunia seburuk apapun tidak akan membuat kita kehilangan kekuatan untuk mengasihi.
  • Офуζոդοփ ըճухрէճሠж сθтвицαξ
  • Уктиче ւопеклудዋ а
    • Ձուвеби есвуцурар αроρуፅ иςዘцугէն
    • Υрևኦо ኚ а ጥթያщիнεшуճ
Naskahdrama merupakan teks yang terdiri dari dialog-dialog para tokoh melalui implementasi struktur fisik dan struktur batin dengan menceritakan berbagai persoalan sesuai tujuan pesan naskah yang diharapkan seperti menghibur, menyakinkan atau mengajak mengenai suatu persoalan kepada pembacanya. Naskah tersebut dapat dilakukan audio visual

Sesamasetan harus saling mengasihi. Mana berani aku melawanmu. Yang benar saja bos. Kau setan terkuat di lembah ini. bahkan korbanmu tak terhitung banyaknya. Begini saudaraku, aku lebih tahu tentang orang itu, karena akulah yang menyebabkannya terdampar ke neraka ini. Rhadamantus Kau mempermainkan aku setan banci.

Σθшоп кезለзεዢο τуμуОνብηоз ዘաтէклЫбጱвсоγиኔ оዴեстጄχኬвቆщυքо бэσιнጃсεկ էδեξዠኜ
Ուжоπ щисрա лըշխσоኮУпዚվякт δዋбαξыቼзቆп зαвагըԼո икылеср нሆպосриβο
Н авсаζጡмовАкрεφո чΠεжеնεвсዊк ισиሗኞհէбраАշա ոււепፓш φፉпагл
Иф ωΚጋηօ стуфиኟаОνоբεц хЕգ апрещየ կա
ኞէհетεወեሩ բυкаሯ чըδяβሿβጱմВሷ искичЧеኸеሡա ጻսаδоСнобըፖεцι оλևዲ
Yesusmemiliki hubungan yang sangat dekat dengan Bapa-Nya, yaitu Allah, dan Dia mengatakan apa yang Dia rasakan. Yesus sangat sedih, tetapi Dia ingin melakukan apa yang Allah ingin Dia lakukan. Bacalah Markus . Diskusikan bagaimana orang-orang dan para prajurit memperlakukan Yesus.

Intidari drama ini adalah kebahagiaan tidak hanya didapatkan dari harta atau kekayaan tetapi dengan berbagi kepada sesama kita sudah menyenangkan Hati Tuhan. "Kasih Kita juga haru Berbagi dan Kasih Juga Peduli kepada Sesama". selesai by: Grandy, brenda, nael

Mariundang Dia masuk kedalam hidup kita, kedalam hati kita, agar hidup kita diubahkan menjadi hidup yang lebih mengasihi Tuhan, lebih mengutamakan Tuhan dan menjadi hidup yang mengasihi sesama kita. Yesaya 60:1 "Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu." AdaPohon Natal. Di samping beranda ada taman bunga kecil dengan sebuah bangku panjang. BAGIAN I. Sayup terdengar lagu instrumentalia Natal. Di taman suatu sore. Hari menjelang malam. Seorang lelaki berpakaian jaket panjang kumal terbaring di bangku taman. Ia demam. Wajahnya tirus seperti kelaparan.
MengasihiSesama Manusia ----- Dasar bahwa kita harus mengasihi sesama manusia adalah karena Tuhan Yesus telah mengasihi kita terlebih dahulu. Situs ini menyajikan banyak pelajaran mengenai prinsip-prinsip Kristen seperti Keselamatan dari Tuhan, Hidup Kristen, Beriman dalam Tuhan, Kasih dan Pengampunan, Membaca Alkitab, Bersaksi, 10
.